0

Ahmad Fathanah (Tersangka KPK) Diduga Ada Dibalik Proses Lelang Proyek DIBALE II Rp. 182 Miliyar

SUKMAJAYA - Jaringan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kota Depok yang tergabung di dalam kelompok 11 Marga, Kamis (31/1) memenuhi janjinya. Gabungan LSM yang dikomandoi Courles Haliwela tersebut menggelar press conference disalah satu rumah makan dikawasan Jl. Tole Iskandar terkait dugaan cincai (rekayasa) penetapan pemenang lelang proyek gedung Dinas, Badan, Lembaga (Dibale) tahap II Pemkot Depok yang menelan dana APBD sekira Rp 182 miliar.

Dihadapan puluhan awak media, LSM 11 Marga membeberkan indikasi kongkalikong penetapan pemenang proyek gedung Dibale II yang saat ini sedang digarap oleh PT Pembangunan Perumahan (PT PP).

“Kami menemukan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh Walikota Depok, ULP/Pejabat Pengadaan dan PPK serta pejabat yang terkait dalam pengadaan pembangunan Gedung Dibale II yang bertentangan dengan Peraturan Pengadaan Barang / Jasa Pemerintah, Perpres 54 tahun 2010 dan perubahannya (Perpres 70 tahun 2012) tentang petunjuk teknis”, ujar Courles.

Sementara itu, Ketua LSM Gerakan Lokomotif Pembangunan (Gelombang) Depok, Cahyo Putranto menambahkan, dugaan pelanggaran yang dilakukan panitia lelang dalam menetapkan PT Pembangunan Perumahan sebagai pemenang lelang (tender) ulang adalah dikarenakan bahwa panitia lelang menetapkan pemenang berdasarkan hasil koreksi aritmatik yang tidak diatur dalam Perpres 54 tahun 2010 & perubahannya, yakni Perpres 70 tahun 2012 tentang petunjuk teknis pengadaan.

Cahyo mengungkapkan, berdasarkan hasil koreksi aritmatik yang dilakukan panitia lelang, penawaran PT Waskita Karya naik menjadi Rp 184.840.415.000,-.

Padahal sebelum dikoreksi, penawaran lelang dari PT Waskita Karya adalah Rp 176.999.532.000,- sementara penawaran PT PP yang kemudian dimenangkan oleh panitia lelang adalah Rp 179.653.228.000,-.

“Artinya ada selisih lebih tinggi dari penawaran PT Waskita sebesar Rp 2.653.228.000,-”, papar Cahyo disela-sela press conference.

Sementara itu, Sekretaris Lembaga Anti Korupsi Republik Indonesia (Lakri), Bejo Sumantoro menegaskan bahwa pihaknya telah dua kali mengirimkan surat kepada Walikota Depok terkait indikasi dugaan rekayasa dalam penetapan pemenang lelang proyek gedung Dibale II Pemkot Depok yang akan dibangun setinggi 10 lantai tersebut.

Namun Bejo mengatakan bahwa surat yang telah ia layangkan tersebut belum ada tanggapan dari pihak-pihak terkait.

Untuk itu, dalam kesempatan press conference tersebut, Bejo dan seluruh jaringan LSM 11 Marga meminta agar pembangunan proyek Gedung Dibale II Pemkot dengan pagu anggaran sebesar Rp 182 miliar tersebut dihentikan.

PEMKOT DI DEADLINE 5 HARI

Tak mau kalah, Kasno selaku Koordinator LSM Kapok Kota Depok juga menegaskan, apabila Pemerintah Kota Depok tidak mengindahkan apa yang disuarakan Jaringan LSM 11 Marga Kota Depok, maka ia dan seluruh jajaran LSM 11 marga akan mem-PTUN-kan pihak-pihak yang terkait dengan pelaksanaan lelang Proyek Gedung Dibale II tersebut.

“Kami memberi waktu lima hari, yakni hingga Selasa (5/2) dan terhitung mulai hari ini. Jika tidak diindahkan, kami akan mem-PTUN-kan Pemerintah Kota Depok dan pihak-pihak yang terkait dengan pelelangan Proyek tersebut. Inti PTUN kami adalah soal dugaan kongkalikong dan uji materi terkait aturan yang digunakan oleh Panitia Lelang. Sebenarnya, aturan mana yang mereka pakai. Perpres atau aturan Panitia?”, tegas Kasno mengakhiri.

Sebagai informasi, Lelang Proyek Gedung Dibale II Pemkot Depok Rp 182 M itu awalnya dimenangi oleh PT Waskita Karya. Namun entah apa penyebabnya, kemenangan BUMN tersebut dibatalkan dan panitia lelang melakukan proses tender ulang dengan diikuti oleh dua perusahaan BUMN, yakni PT Waskita Karya dan PT Pembangunan Perumahan.

Pada pelaksanaan lelang ulang tersebut, akhirnya PT PP ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan nilai penawaran Rp 179.652.134.000,-.

Sementara, sejumlah LSM lain tergabung dalam ALIRAN DIBALE (Aliansi Rakyat Mendukung KPK Bongkar Dugaan Proyek Dibale II Pemkot Depok) menduga ada keterlibatan Ahmad Fatonah (Tersangka kasus Korupsi Daging Import di Kementerian Pertanian yang saat ini sedang ditahan KPK) dalam lelang yang diulang dan akhirnya dimenangkan PP.

Untuk itu LSM ALIRAN DIBALE meminta KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) untuk segera menggeledah Kantor Distarkim Kota Depok dan memeriksa Panitia Lelang Proyek DIBALE II.(sds)

Filed in: Headline, Hukum & Kriminal, Nasional, Pembangunan, Sorot

Recent Posts

Bookmark and Promote!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Copyright © 2010-2013 Depok Interaktif. All rights reserved.
XHTML / CSS Valid. Power by White Lily.