Pemkot Depok Tegaskan Lahan Alun-Alun Sesuai Study Kelayakan

Kabid Pertanahan Disrumkim Kota Depok Usep (Foto : Diskominfo)

Balaikota, Detif.com – Pemerintah Kota Depok mengklaim, pembelian lahan atau tanah di area Grand Depok City (GDC), Kecamatan Cilodong, untuk membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH), dimana nantinya akan menjadi alun-alun dan taman kota, tidak dilakukan secara sembarangan. Pasalnya pemilihan lahan di wilayah tersebut berdasarkan study kelayakan (Feasibility study).

“Sebelumnya sudah dilakukan kajian oleh pihak ketiga dari tiga titik lahan yang menjadi target kita, termasuk di wilayah Margonda. Namun, berdasarkan kajian dengan melihat dari ketersediaan lahan dan harga tanah, maka dipilih wilayah tersebut,” ujar Kepala Bidang Pertanahan Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim) Kota Depok, Usep kepada wartawan, Rabu (21/02/2018).

Selain melakukan kajian tentang ketersediaan dan harga tanah, Usep juga melakukan studi kelayakan kajian sosial, dengan melihat sisi dukungan warga sekitar terhadap pembangunan alun-alun di wilayah tersebut. Dari hasil kajian tersebut, 98 persen warga mendukung pembangunan alun-alun di lahan tersebut.

“Hasil kajiannya sangat positif, sebagian besar warga sekitar berharap agar tidak hanya proyek perumahan saja, tetapi juga ingin dibangun RTH,” ungkapnya.

Usep menjelaskan, pengadaan lahan untuk pembagunan alun-alun telah selesai pada tahun 2017. Dimana luas lahannya sebesar 3,6 hektar. “Untuk pembangunan alun-alunnya akan dilakukan di tahun ini. Sekarang sedang dalam proses perencanaan,” pungkasnya.(iki)

Komentar