Sambut Hari Pers Nasional, Semua Pihak Diminta Hormati UU Pers

Kegiatan Pers saat Diskusi Interaktif dengan tema "Peran Pers Dalam Pemberantasan Korupsi" di Depok.

BALAIKOTA – Dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional pada 9 Februari 2012, sejumlah anggota dari komunitas wartawan Depok sedang sibuk memersiapkan berbagai kegiatan untuk memperingati momentum tersebut.

Komunitas wartawan Depok rencananya akan mengadakan Aksi Damai untuk mengingatkan semua pihak agar turut menghargai UU Pers yang akan dilaksanakan di tiga titik yaitu Kantor Walikota, Kantor DPRD dan Kantor Kejaksaan tepat pada tanggal 9 Februari nanti.

Menurut Gatot Ario Bimo, selaku Pendiri POKJA Wartawan Depok, mengatakan bahwa Pers sebagai pilar keempat saat ini semakin sering di intervensi, dan hal ini mengancam kebebasan Pers serta tidak menghormati UU Pers. “UU Pers adalahLex Spesialis, karena memang untuk itulah UU tersebut dilahirkan. Kita semua harus terus mengingatkan berbagai kalangan khususnya aparat hukum dan pemerintahan untuk turut menjunjung UU Pokok Pers Nomor 40 Tahun 1999,” ujar Bimo, sapaan akrab penggiat pers dan LSM ini.

Bimo menambahkan, bahwa sampai saat ini masih banyak yang melecehkan UU Pers sehingga dalam penyelesaian kasus Pers para aparat penegak hukum sering menggunakan KUHP dan cenderung membunuh kebebasan Pers.

Ditempat terpisah, Todo Napitupulu selaku Direktur Eksekutif Pusat Studi Media dan Reformasi Depok (PIMRED), mengatakan bahwa kalangan jurnalis saat ini harus menjalankan UU Pers dengan benar dan bertanggungjawab agar tidak terjebak pada kebebasan yang salah, sehingga dapat merusak nilai-nilai demokrasi. (TRO)

Komentar

Comments are closed.