KOMPERNAS: Pembubaran Acara Seminar dan Kesenian Merupakan ‘Tindakan ORBA’

    FOTO: Sejumlah aparat kepolisian mengepung Kantor LBH Jakarta ketika melakukan pembubaran acara seminar pelurusan sejarah yang dianggap tidak berizin.

Jakarta, Detif – Acara seminar pelurusan sejarah dan acara kesenian yang diselenggarakan pada 16-17 September 2017 oleh LBH Jakarta di Kantor YLBHI, Jln Diponegoro Jakarta Pusat telah dibubarkan oleh Aparat Kepolisian karena dinilai tidak memiliki izin.

Selain aparat kepolisian, sejumlah massa ormas juga turut mendesak panitia dan peserta untuk membubarkan acara tersebut.

Ketua Umum KOMPERNAS (Komunitas Peci Revolusi Nasional), Torben Rando, ketika di Setu Babakan, Jakarta Selatan, menyampaikan kepada media atas keprihatinannya terhadap sikap pemerintah yang sewenang-wenang.

“Negara seharusnya menjaga dan mengawal ruang-ruang demokrasi rakyat, sesuai dengan program Nawacita pemerintah. Tapi setelah melihat peristiwa tersebut, kami menilai bahwa pemerintahan saat ini tak bedanya dengan pemerintah Orde Baru,” ujar Torben Rando, yang merupakan aktivis kebudayaan.

FOTO: Komunitas Peci Revolusi Nasional (KOMPERNAS)

KOMPERNAS mengajak agar seluruh elemen pro demokrasi dan para penggerak kebudayaan agar segera melakukan konsolidasi menyikapi Darurat Demokrasi hari ini, dimana pemerintahan saat ini kembali menerapkan cara-cara Orde Baru untuk mengekang kebebasan mengemukakan pendapat.

“Kejadian tadi malam mengingatkan kita pada gerakan aksi lompat pagar ke Kedutaan Belanda dan Peristiwa 27 Juli 96 di era Orde Baru,” ujar pria yang akrab disapa Tora singkatan dari Torben Rando.(rik)

Komentar

Share This Post