Kejari Depok Tuntut Boss KSP Pendawa 14 Tahun Penjara

Kota Kembang, Detif.com – Kasus penipuan nasabah Koperasi Pandawa yang banyak menelan korban, siang tadi, Kamis (23/11/2017) memasuki agenda tuntutan sidang dengan terdakwa Direktur Utama (Dirut) Koperasi Pandawa, Salman Nuryanto alias Dumeri. Terdakwa di tuntut dengan hukuman 14 tahun penjara.

Jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Depok mengatakan, terdakwa terbukti telah melakukan tindak pidana, dengan menghimpun dana dari masyarakat tanpa izin dari Bank Indonesia dan OJK.

“Terdakwa Salman Nuryanto alias Dumeri dituntut 14 tahun penjara dan denda sebesar Rp100 miliar, karena telah melakukan penghimpunan dana secara ilegal dari masyarakat. Semua aset Nuryanto disita untuk negara,” kata jaksa penuntut umum di sela-sela pembacaan tuntutan.

Di jelaskan oleh jaksa penuntut umum bahwa Salman Nuryanto alias Dumeri di kenakan pasal 46 ayat 1 UU RI no. 10 tahun 1998 tentang perubahan atas UU RI no. 7 tahun 1992 tentang perbankan Jo pasal 69 UU RI No. 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK)  Jo pasal 55 ayat 1 ke 1 Jo pasal 64 ayat 1 KUHP dan pasal 378 KUHP jo pasal 55 ayat 1 ke 1 jo 64 ayat 1 KUHP dengan hukuman maksimal 6 tahun dengan denda Rp 15 miliar.

Nampak saat pembacaan tuntutan, Hakim Ketua yang di pimpin oleh Yulinda Trimurti sempat menegur para pengunjung, lantaran di anggap menggangu jalannya sidang dengan ribut di ruang sidang.(andi)

Komentar

Share This Post