Terdakwa Geng Jepang Tidak Kooperatif Saat Sidang

Kota Kembang, Detif.com – Lanjutan sidang Perkara 5 terdakwa geng Motor Jepang digelar di Pengadilan Negeri Depok (senin 9/4). Ke 5 terdakwa, Adthya Achmad,Aldi Wijaya,Ripaldi Rizky,Habibi Albar dan Alpin, terkesan berbelit belit dan tidak Kooperatif, dengan tidak mengakui BAP, dan adanya pemaksaan serta intervensi, padahal dalam persidangan saksi Verbal dari Penyidik Polres Depok, ke 5 terdakwa mengaku tidak ada pemaksaan maupun tekanan saat pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) dikepolisian maupun dikejaksaan, senin( 9/4).

Dalam sidang Kali ini, dihadirkan saksi dari pemilik warkop yang menjadi korban perampasan dan seorang pengemudi ojek online, korban penganiayaan. (untuk keamanan dan permintaan para saksi, identitasnya tidak disebutkan)

Pemilik Warkop di Limo, memaparkan saat sedang berjualan bulan Desember 2017, sekitar pukul 3.40 pagi hari disatroni 5 orang kedalam warkop.”Mereka mengambil HP dan mengambil kopi dari saya, ke 5 terdakwa itulah yang saya Liat, dilokasi penerangannya terang jadi saya masih ingat para pelaku”. terang pemilik warkop(warung kopi).

Berbeda lokasi tetapi dihari yang sama, saksi korban penganiayaan diwilayah Sawangan, seorang driver ojek online mengungkapkan saat sedang berhenti digg masjid Sawangan permai, sekitar pukul 1.30 pagi hari dihampiri oleh 2motor, saat itulah korban langsung dibacok memakai Celurit.”5 pelaku yang saya ingat, terdakwa adit yang membacok, sambil menunjuk terdakwa” tambah saksi korban penganiayaan.

Karena para terdakwa, ada yang Merasa dipaksa saat memberikan keterangan dan membantah BAP, maka Majelis Hakim memerintahkan Jaksa Penuntut Umum untuk menghadirkan saksi Verbal dari Penyidik Polres Depok, Dewa salah seorang saksi Verbal dari Penyidik Polres Depok.”Dalam pemeriksaan dan pemberkasan terhadap ke 5 terdakwa tidak ada pemaksaan maupun tekanan, dan kesemua mengakui dan menandatanganinya” sahut Dewa, dari Polres Depok.

Untuk mempertegas kembali kepada ke5 terdakwa, Jpu Putri, memperlihatkan kepada Majelis Hakim dan Kuasa Hukum dari Para terdakwa, ada tidaknya paksaan terhadap para terdakwa, dan kelima Terdakwa didepan Majelis Hakim Soebandi menerangkan, bahwa tidak ada paksaan maupun tekanan saat diperiksa oleh Jpu

Para terdakwa dikenakan pasal penjarahan dan penganiayaan, dengan ancaman Hukuman, 15 Tahun Penjara. sidang akan dilanjutkan Senin depan, Hakim mempersilahkan, jika ada saksi yang meringankan dari para terdakwa, agar dapat dihadirkan kepersidangan.(Andi)

Komentar