DPAPMK Kawal Kasus Pedofilia Oknum Guru SDN Tugu 10

Balaikota, DI – Terkait kasus yg sedang ramai diberitakan, Pelecehan seksual guru honorer SDN Tugu 10 kepada sejumlah siswa. Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok Yulia Oktavia mengkonfirmasi, isu tidak adanya penanganan setelah mendapat laporan orang tua korban. (10/6/2018)

“Tidak benar jika ada yang menyampaikan dinas tidak memberikan penanganan setelah mendapat laporan orang tua korban, DPAPMK melalui Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), langsung merespon dan bekerja saat itu juga,” ucap Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak Kota Depok, Yulia Oktavia.

Menurut Yulia Oktavia, setelah mendapat laporan pelecehan seksual, PT2TP2A membangun komunikasi dengan mengajak orang tua korban dan korban duduk bersama, mendiskusikan penanganan apa saja yang akan diberikan PT2TP2A, dalam hal ini melibatkan Fitriani Juhari Psikolog dari PT2TP2A.

“Karena pada saat itu menjelang ujian dan pelapor tidak menyebutkan nama pelaku karena takut, akhirnya kami sepakat untuk melakukan konseling kepada korban dan membuat nyaman agar korban mau ikut Ujian Nasional, lalu penjangkauan kasus dengan melihat kondisi di sekolah tersebut, kami sepakat adakan edukasi untuk murid dan orang tua serta guru dengan harapan tidak ada korban lain” ujar Yulia Oktavia.

Lanjut Yulia Oktavia, Dinas Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) membangun koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan mengadakan rakor PT2TP2A. Dari situ Dinas Pendidikan memanggil Ade Siti Rohima selaku kepala sekolah SDN Tugu 10, untuk memberikan tindakan tegas dengan memberhentikan WR sebagai guru honorer dan wali kelas 2 SDN Tugu 10.

“P2TP2A memberikan masukan agar selain korban yang diterapi harus juga pelaku guna memutus mata rantai tadi, pada saat itu belum ada orang tua yang melapor ke Polres Kota Depok, komunikasi juga kami bangun dengan orang tua korban dan pihak sekolah agar korban lainnya mau untuk dilakukan konseling, dan pada saat kami sedang  menggali info korban lainnya, 4 orang tua korban melapor ke Polres, akan tetapi tidak menghentikan proses terapi yang sedang dijalani oleh psikolog kami kepada para korban dan pelaku,” papar Yulia Oktavia.

Pihak polres Kota Depok ketika menerima laporan Pedofilia membangun koordinasi  dengan DPAPMK, Polres meminta P2TP2A tetap memberikan pendampingan psikolog bagi korban dan pelaku. Selain itu kami sampaikan bilamana korban butuh pendampingan hukum Pemkot Depok siap membantu, P2TP2A memiliki pengacara yang sudah disiapkan memang untuk penanganan kasus kekerasan.Ungkap Yulia Oktavia kepada Depok Interaktif via WhatsApp.

“Mungkin terkesan silent karena kami memiliki alasan pada saat itu, korban akan dan sedang menempuh ujian jadi sepakat dengan orang tua korban untuk memberikan ketenangan lebih dulu, agar korban mau ke sekolah untuk mengikuti ujian sampai selesai,” Terang Yulia Oktavia selaku Kepala Bidang Tumbuh Kembang dan Pengembangan Kota Layak Anak Kota Depok.

Yulia Oktavia menambahkan bahwa Pemerintah Kota Depok khususnya DPAPMK, selalu berupaya dan terus mensosialisasikan perlindungan anak melalui kegiatan stop kekerasan pada anak.

“Kami berharap bantuan semua pihak agar kasus seperti ini tidak terjadi lagi di Kota Depok, perlu pengawasan dan kepedulian semua pihak, masa depan anak merupakan masa depan bangsa,” harap Yulia Oktavia.

Sementara salah seorang ayah anak korban berharap, P2TP2A terus memberikan pendampingan dan terapi gratis sampai kondisi anak berangsur pulih.

“Pemkot Depok membantu proses penyidikan kasus agar mudah dan lancar, Khusus Dinas Pendidikan saya berharap agar mereview kembali mekanisme pemilihan Kepsek, agar Kepsek memiliki integritas dan leadership dengan fokus utama adalah peserta didik, serta meninjau mekanisme rekruitmen guru terutama guru honorer, agar dapat mendeteksi dini kesehatan jasmani dan rohaniah yang dapat berakibat fatal dalam proses pendidikan,” harap APE kepada Pemkot Depok.(Crt)

Komentar