Home Headline Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

Inilah Maksud Gerakan One Day No Rice di Kota Depok

BALAIKOTA – Saat ini tingkat konsumsi beras per kapita orang Indonesia per tahun mencapai 139 kg, sementara rata-rata konsumsi beras dunia per kapita per tahun hanya 60 kg. Menyikapi kenyataan tersebut Presiden mengeluarkan PerPres No.22 Th. 2009 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal yang kemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian No.43/Permentan/OT.140/10/2009 tentang Gerakan Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal serta disambut baik oleh Gubernur Jawa Barat dengan PerGub Jawa Barat No.60 Th.2010 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal dan Surat Edaran Gubernur Jabar No.501/34/Binprod tanggal 15 Juli perihal Gerakan Menurunkan Konsumsi Beras. Sementara itu beras yang dihasilkan Kota Depok 5220 ton per tahun, sedangkan konsumsi mencapai 186.026,990 ton per tahun. Berarti ada defisit sebesar kurang lebih 487 ton terhadap produksi perhari. Bila program One Day No Rice berhasil maka akan mengurangi konsumsi beras sebesar kurang lebih 26000 ton per tahun. Kota Depok pun siap mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional dengan Gerakan One Day No Rice dengan mengeluarkan Surat Edaran Walikota Depok No.500/1219-Ekonomi tentang Gerakan Satu Hari Ini Tanpa Nasi, dan Himbauan Walikota Depok No.500/922-Ekonomi tentang mengurangi penggunaan terigu dalam menu makanan dan menggunakan bahan produk lokal.

“Setiap kenaikan harga beras 10% bisa memberikan kontribusi angka inflasi sebesar 0,5. Atas dasar itu, gerakan One Day No Rice bisa menjadi sarana untuk menekan laju inflasi dan menjaga ketahanan pangan nasional. Gerakan ini memiliki dampak positif nasionalis yang tinggi karena dapat menjaga kestabilan harga beras, menurunkan konsumsi beras sebagai bahan pangan pokok masyarakat yang diiringi dengan peningkatan konsumsi sayuran dan buah, pangan hewani, kacang-kacangan serta umbi-umbian, serta dapat meningkatkan kesadaran dan perilaku masyarakat terhadap konsumsi pangan yang beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal” jelas Pemimpin Kota Depok. Walikota menambahkan, gerakan ini juga bisa meningkatkan penggunaan bahan makanan hasil potensi lokal, mengurangi ketergantungan bahan konsumsi impor, dan menjaga kestabilan harga bahan kebutuhan pokok lainnya, khususnya bahan makanan. One Day No Rice juga merupakan salah satu upaya percepatan penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumberdaya lokal untuk mendorong terwujudnya pola konsumsi pangan beragam, bergizi, berimbang, aman dan halal.

Gerakan yang cukup menuai pro dan kontra ini, tertuang dalam surat edaran Nomor: 010/27-Um tertanggal 10 Februari 2012. Surat tersebut mengintruksikan kepada para pengelola kantin di lingkungan Balaikota untuk tidak menggunakan lift saat mengantar makanan, membawa makanan dalam wadah tertutup, melakukan pemilahan sampah organik & organik, mengurangi bahan pangan dari terigu, tidak menyediakan bahan pangan dari beras setiap hari Selasa, dan menyediakan makanan pengganti seperti kentang, singkong, ubi, dan lain-lain. “Intruksi tersebut diharapkan dapat membangun sinergitas para pengelola kantin dan Pemkot, sehingga Aparatur terbiasa dengan gerakan satu hari tanpa nasi. PNS harus menjadi pelopor dan contoh bagi upaya penurunan konsumsi beras dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kantor maupun di lingkungan masyarakat karena posisi PNS cukup sentral dimasyarakat” himbau Walikota Depok H. Nur Mahmudi Isma’il. Walikota juga mengintruksikan kepada seluruh Aparatur untuk memahami gerakan ini secara utuh agar bisa melakukan sosialisasi gerakan penurunan konsumsi beras secara lebih intensif kepada masyarakat.

Beras/nasi adalah makanan yang mempunyai kadar gula tinggi. Jika nasi dikonsumsi terlalu banyak maka level glukosa dalam darah akan meningkat sehingga dapat memicu risiko terkena diabetes. Memang sulit untuk mengganti pola pikir masyarakat tentang nasi. Bahkan, sampai ada pepatah ‘belum makan namanya jika belum makan nasi’. Hilangkan pola pikir seperti pepatah itu dan belajarlah mengganti makanan pokok dari nasi putih menjadi biji-bijian seperti gandum yang bisa mengurangi resiko terkena penyakit diabetes. Jenis karbohidrat seperti ubi, jagung, dan singkong merupakan karbohidrat kompleks dengan kadar gula rendah yang dapat menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam. Karbohidrat kompleks bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogenlah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi. “Karbohidrat kompleks mengandung lebih sedikit gula tapi lebih tinggi serat, sehingga memberi lebih banyak manfaat. Mari beralih pada ubi, jagung, singkong, talas, dan non terigu lainnya agar tidak tergantung pada bahan pangan dari beras. Biasakanlah konsumsi non terigu dan beras serta karena lebih banyak manfaatnya bagi kesehatan, dan perbanyaklah sayur, lauk, serta buah untuk menjaga keseimbangan gizi. Mari bergerak bersama setiap hari Selasa, untuk memberi contoh tidak mengkonsumsi nasi” ajak Walikota yang tetap sehat, walau tidak mengkonsumsi nasi sejak 5 bulan lalu. (TRO/Humas)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

Wakil Ketua PWI Depok Rahmat Tarmuji Hadiri Undangan HPN PWI Jawa Barat 2021

CIANJUR - Acara Puncak HPN PWI Tingkat Jawa Barat digelar di Kabupaten Cianjur. Hari Pers Nasional (HPN) 2021 Tingkat Jawa Barat ini dijadikan momentum...
- Advertisement -

Setelah Tertunda, Ridwan Kamil Akhirnya Lantik IDRIS-IMAM

 BANDUNG - “Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Wali Kota Depok/Wakil Wali Kota Depok dengan sebaik-baiknya seadil-adilnya memegang teguh Undang Undang...

Nila Karyani Guru SMPN 3 Depok Terpilih Menjadi Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP/MTs Kota Depok

Pergantian pengurus dalam organisasi merupakan suatu dinamika yang tidak bisa dihindari, bahkan sepertinya harus dilakukan sebagai sebuah proses menuju perbaikan dan peningkatan program. Dengan...

Jurnalis Depok Peringati HPN 2021: Mengenang 25 Tahun Pembunuhan Udin Pahlawan Pers

DEPOK - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, para jurnalis di Kota Depok yang tergabung di Depok Journalist Club (DJC) akan menyelenggarakan  rangkaian...

Berita Terkait

Mulai Juli, Depok Lakukan Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka

Depokinteraktif.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menggelar uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) mulai  Juli 2021. Uji coba dilaksanakan untuk melihat kesiapan sarana...

Pemkot Depok Izinkan Sholat Tarawih Di Masjid

Depokinteraktif.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mengizinkan pelaksanaan ibadah salat tarawih berjemaah di masjid. Kendati demikian, pelaksanaannya harus tetap mengikuti protokol kesehatan yang ketat."Saat...

Disdik Depok Lakukan Persiapan Jelang Uji Coba PTM

depokinteraktif.com - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok saat ini tengah fokus mempersiapkan sarana prasarana untuk menunjang pelaksanaan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada...

Tito: Sukmajaya Targetkan 10 Ribu Lubang Biopori

SUKMA - Kecamatan Sukmajawa sedang bersiap untuk melaksanakan program Seratus Ribu Lubang Biopori yang dicanangkan Pemerintah Kota Depok. Program ini dilakukan untuk pencegahan banjir...

Walikota Dukung Penuh Kontes Aroid Nasional Untuk Pemberdayaan Ekonomi

Depokinteraktif.com - Wali Kota Depok Mohamamad Idris, hari ini menghadiri kegiatan Kontes Aroid Nasional 2021 di Godongijo, Bojongsari, Kota Depok, Jawa Barat. Dirinya memberikan...