Home Headline Kompolnas dan Komnas HAM Sebaiknya Lakukan Penyelidikan Independen

Kompolnas dan Komnas HAM Sebaiknya Lakukan Penyelidikan Independen

Jakarta – Terkait kasus yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisaris Polisi Novel Baswedan, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Hukum, Albert Hasibuan, mengusulkan, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sebaiknya diminta melakukan penyelidikan independen atas kasus Novel.

“Hasil penyelidikan tersebut penting untuk mengungkap apakah memang Novel terindikasi melakukan tindak pidana penganiayaan atau ada upaya kriminalisasi atas diri Novel,” jelas Albert di Jakarta kemarin. Hasil penyelidikan oleh kedua institusi tersebut dinilai Alrbert akan lebih obyektif.

Sejalan dengan itu, anggota Kompolnas, Edi Hasibuan, mengatakan, Kompolnas akan melakukan investigasi mulai dari Bengkulu hingga rencana penangkapan novel di KPK. ”Harapannya, kami bisa mendapatkan data dan fakta yang akurat sehingga bisa diketahui ada tidaknya pelanggaran prosedur yang dilakukan Polri,” kata Edi.

Sementara, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komisaris Jenderal Sutarman mengatakan, pengungkapan kasus yang sudah lama terjadi, seperti kasus Novel, sebenarnya cukup banyak. Hal ini disebabkan polisi tidak bisa menyelesaikan semua kasus yang dilaporkan masyarakat. ”Kasus yang dilaporkan masyarakat yang bisa diselesaikan Polri sekitar 50 persen sekian rata-rata per tahunnya,” katanya.

Terkait desakan membentuk tim independen untuk menangani kasus Novel, Sutarman mengatakan, kepolisian tidak melarang atau menyuruh jika ada yang mau membentuk tim independen untuk kasus Novel. Namun, dia mengingatkan, jika ada masalah kriminal dibentuk tim independen, ada kemungkinan kasus kriminal lain minta tim independen. ”Kami akan ungkap kasus itu secara transparan. Jika ada pelanggaran hukum, urusan hukum harus ditegakkan,” katanya.

Sutarman juga menegaskan, secara yuridis, tidak ada yang salah atas langkah Polri mengusut kasus Novel. Namun, dari aspek waktu, hal itu tidak tepat dan kurang pas secara etika sehingga Polri akan menjadikan masalah itu sebagai bahan evaluasi dan perbaikan.(komp/w)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

Inilah Prediksi 5 Kepala Dinas Terpilih Versi PAD

MARGONDA - Pasca dirilis oleh Kepala BKPSDM tentang 15 nama kandidat Kepala Dinas akan dipilih oleh Walikota Depok 5 nama untuk di lima posisi...
- Advertisement -

Dewan Provinsi Jabar Hasbullah Rahmad Beri Masukan Pada Pemkot Depok

DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad., S.Pd. M.Hum, merasa prihatin terhadap kondisi pelaku UMKM di Kota Depok...

Pemkot Depok Tambah ABT Untuk Bantu Warga Terdampak Bencana

BALAIKOTA - Pemerintah Kota Depok bergerak cepat menindaklanjuti dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada (21/06) sore, sehingga mengakibatkan rumah dan infrastruktur...

Lolos Babak Kualifikasi Jabar, Walikota Janjikan Bonus Atlet Drum Band

CILODONG - Wali Kota Depok Mohammad Idris berjanji akan memberikan bonus kepada atlet drum band Kota Depok yang akan berjuang untuk lolos babak kualifikasi...

Berita Terkait

AJI minta Media segera koreksi isi pemberitaan teror terhadap keluarga Veronica Koman

 NASIONAL – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia meminta media yang memberitakan teror terhadap orangtua dan kerabat akvitis Veronica Koman, segera melakukan koreksi.Ketua Umum AJI...

Forum Anak Depok Tetapkan Buti Adia Dharma Sebagai Ketua

Buti Adia Darma resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Anak Depok (FAD)  periode 2022-2024. Penetapan tersebut dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) Forum Anak Tahun 2021.Kepala...

PDAM Tirta Asasta Depok Maksimalkan Penggunaan Data Logger

depokinteraktif.com - Perkembangan teknologi yang semakin maju pesat, PDAM Tirta Asasta Kota Depok juga mengikuti perkembangan teknologi dengan terus melakukan perubahan dan penyesuaian layanan...