Home Headline Tindik Telah Laporkan Hasil Investigasi Kasus Novel

Tindik Telah Laporkan Hasil Investigasi Kasus Novel

Jakarta – Terkait kasus yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kompol Novel Baswedan, Tim Pembela Penyidik KPK (Tindik) yang diketuai oleh Koordinator Kontras, Haris Azhar, telah melaporkan hasil investigasinya ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). “Laporan ini disusun urut berdasarkan hasil investigasi,” kata Haris di Gedung Komnas HAM, Jakarta, Jumat (12/10).

Tim yang sebagian besar anggotanya adalah advokat ini, menemukan sejumlah fakta dalam kasus pencurian sarang burung Walet di Bengkulu 2004. Dalam kasus itu, salah seorang pencurinya ditembak dan tewas, dan lalu diduga akibat penganiayaan yang dilakukan Novel sewaktu menjabat Kasat Reskrim Polda Metro Bengkulu.

Kendati begitu, dalam laporan ini, tidak disebutkan sumber dan lokasi yang dikunjungi. Menurut Haris, hal itu sengaja dirahasiakan demi keamanan. “Kecuali untuk otoritas hukum yang memiliki kesesuaian fakta dan temuan,” ujarnya.

Menurut Haris, laporan ini sifatnya masih sementara. “Upaya pengumpulan informasinya mendapat hambatan. Pengumpulan mengalami ketertutupan informasi dari sejumlah pihak,” ujar dia.

Berikut hasil investigasi versi Tindik yang dilaporkan ke Komnas HAM.

Peristiwa 18 Februari 2004

1. Peristiwa ini terjadi pada 18 Februari 2004 di kota Bengkulu. Peristiwa diawali dengan adanya dugaan tindak kriminal yang dilakukan enam orang (sesuai informasi polisi).

2. Novel baru menjabat Kasat Reskrim Polresta Bengkulu selama 4 hari pada saat kejadian.

3. Pada malam kejadian, Novel, dan beberapa anggotanya sedang melakukan ekspose perkara korupsi di ruangan Kasat Reskrim (Novel).

4. Setelah ekspose, menjelang apel malam sekitar jam 21.00 WIB, ada informasi dari piket reskrim bahwa ada pelaku pencurian burung walet yang terjebak di dalam gedung walet dan tertangkap tangan oleh masyarakat.

5. Selanjutnya seluruh personil yang ikut apel malam di minta oleh Novel agar pergi ke TKP untuk membantu mengamankan TKP dan tersangka. Saat itu piket reskrim yang ke TKP yaitu MT, S, K, WK, D, R, dan K. Novel saat itu tidak berangkat ke TKP.

6. Di TKP, seluruh tersangka (enam orang) dan barang bukti kemudian diamankan dan selanjutnya dibawa ke Mapolres. Saat di TKP, petugas reskrim juga menghubungi Aliang selaku pemilik sarang butung walet dan memintanya untuk datang.

7. Di markas Polresta, ke enam tersangka mengalami tindakan kekerasan yang dilakukan oleh hampir seluruh personel Polres yang ada saat itu. Keenam tersangka tersebut selanjutnya diperiksa oleh piket Reskrim untuk di BAP.

8. Saat pemeriksaan, keenam tersangka mengalami tindakan kekerasan oleh beberapa anggota reskrim. Kemudian, pada malam itu hampir seluruh perwira Polresta Bengkulu datang ke Mapolres (Kapolres/ MTS, Wakapolres, Kabagops, dll).

9. Pada saat pemeriksaan oleh piket reskrim, ada kesepakatan dari tim buser (saat itu dipimpin oleh AS) untuk dilakukan pengembangan. Selanjutnya ada pembagian tugas, sebagian piket melakukan pengembangan ke tempat lain dan sebagian membawa ke enam tersangka ke pantai (Nama Lokasi Pantai adalah Taman Wisata Alam Pantai Panjang).

10. Personel yang ikut ke pantai bersama para tersangka, yaitu MT beserta anggota piket reskrim, serta AS dan seluruh anggota buser. Sedangkan Novel, YS, dan beberapa orang lainnya belakangan menyusul tim yang menuju pantai. Novel datang ke lokasi penembakan, di pantai, bersama empat orang lainnya.

11. Sesampainya di pantai, Novel dan salah satu rekan semobilnya turun dari mobil untuk bergabung dengan tim yang sudah dahulu sampai. Ketika baru turun, mendengar ada teriakan “ada yang lari-ada yang lari” yang berasal dari pantai dan selanjutnya terdengar tembakan bersahutan. Setelah situasi reda, ternyata keenam tersangka mengalami luka tembak di bagian di kaki. Dikarenakan situasi yang gelap, tidak ada yang tahu siapa yang menembak siapa.

12. Selanjutnya Novel memerintahkan keenam tersangka dibawa ke rumah sakit Bhayangkara untuk dilakukan pengobatan. Di lokasi sudah ada empat mobil buser dan puluhan polisi termasuk polisi dari kantor Polsek yang berada di dekat pantai.

13. Setelah dilakukan pengobatan, keenam tersangka selanjutnya dibawa kembali ke Mapolresta Bengkulu. Saat di Mapolres, keenam tersangka kembali diperiksa. Mereka juga kembali mengalami tindak kekerasan yang berlebihan. Salah satu tersangka (Mulyan Johan/Aan (alm)), sampai jatuh dari anak tangga di lantai 2 ke lantai 1. Beberapa anggota piket kemudian mengangkat tersangka Mulyan, karena Mulyan sudah tidak bisa berdiri lagi.

Selanjutnya anggota piket membawa tersangka Mulyan ke rumah sakit Bhayangkara dengan menggunakan mobil buser.

Respons dan Penanganan Hukum oleh Polisi

1. Besok harinya, tersiar kabar bahwa tersangka Mulyan meninggal dunia di rumah sakit Bhayangkara. Selanjutnya setelah apel pagi, seluruh anggota Reskrim diberikan arahan oleh Kapolresta dan dihadiri oleh beberapa pejabat Polresta lainnya.

Saat itu Kapolres meminta kepada Novel mengurus adminitrasi penyidikan dan pemberkasan perkara pencurian tersebut, serta pengurusan jenazah tersangka Mulyan. Novel selanjutnya menemui keluarga korban dan selanjutnya bersepakat melakukan perdamaian dengan keluarga korban yang menerima kejadian tersebut.

Surat perjanjian perdamaian kemudian dibuat antara Novel mewakili Kapolres dengan keluarga korban yang salah satu isinya keluarga korban tidak mengajukan keberatan baik pidana ataupun perdata atas meninggalnya tersangka Mulyan.

Berdasarkan surat perdamaian tersebut, akhirnya tidak dilakukan proses pidana atas kejadian meninggalnya tersangka Mulyan.

2. Pada 19 Februari 2004, keluarga dihubungi pihak kepolisian dan meminta orangtua ke Polda Bengkulu. Di polda disampaikan informasi bahwa Aan telah meninggal dunia. Keluarga diminta untuk tidak menuntut.

Keluarga disuruh pulang dan menunggu di rumah. Tidak ada autopsi. Jenazah di dalam peti dan tidak boleh dibuka. Kasat saat itu Novel menyakinkan keluarga akan mengusut secara tegas yang terlibat dalam pembunuhan tersebut. Novel memberikan santunan. Novel pun sempat ke keluarga Aan dalam beberapa hari kemudian.

Sedangkan profil Aan adalah instruktur fitnes ‘Geronimo’. Dia juga atlet binaraga. Lokasi walet ada di lantai 3 tempat fitnes tersebut. Keluarga menyangsikan bahwa Aan terlibat pencurian. Saat ini gedung yang menjadi lokasi pencurian dan tempat sarang walet tersebut sudah beralih tangan dan fungsi menjadi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Belum dapat informasi dari sekitar gedung tersebut mengenai peristiwa 2004.

3. Setelah itu, perkara meninggalnya tersangka Mulyan tersebut diproses pelanggaran kode etiknya oleh Bid Propam Polda Bengkulu. Sebagaimana informasi yang kami dapat, atas kesepakatan para 2 pejabat utama Polda dan 1 pimpinan Polres kota Bengkulu, diambil jalan tengah dan disepakati uraian kejadian meninggalnya tersangka Mulyan adalah sebagai berikut: Setelah dilakukan penangkapan terhadap 6 tersangka, tersangka Mulyan dipisahkan tersendiri dan dibawa untuk dilakukan pengembangan.

Saat dilakukan pengembangan tersangka Mulyan berusaha melarikan diri dan selanjutnya petugas melakukan upaya pengejaran dan pelumpuhan yang menyebabkan tersangka Mulyan tertembak dan terjatuh. Ketika terjatuh, kepala tersangka Mulyan terkena batu yang kemudian mengakibatkan tersangka Mulia meninggal dunia.

Tempat Kejadian Perkara meninggalnya tersangka Mulian pun dilakukan perubahan, dimana yang bersangkutan dinyatakan tertembak dan terjatuh di tidak suatu tempat (bukan di pantai dan di kantor polres). Laporan peristiwa meninggalnya Aan direkayasa dengan menyatakan bahwa lokasi penembakan terjadi di Jalan Mangga 4 Lingkar Timur RT 19/06 dengan dalih Aan berusaha melarikan diri.

4. Atas kesepakatan para pejabat utama juga, saat itu Novel diminta untuk bertanggung jawab atas perbuatan dari anggotanya. Selanjutnya Novel dan beberapa anggota Reskrim akhirnya disidang dispilin/kode etik dan dikenakan hukuman teguran keras. Setelah terbitnya vonis tersebut, perkara tersebut dinyatakan selesai.(w)

 

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Sambut HUT RI Ke 75, PDAM Tirta Asasta Gelar Diskon 50 Persen

Depokinteraktif - Menyambut hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 75, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta kota Depok kembali menggelar diskon untuk registrasi sambungan...

Laporan Hasil Pembahasan BANGGAR DPRD Depok Tentang APBD 2019

LAPORAN HASIL PEMBAHASAN BADAN ANGGARAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH KOTA DEPOK TERHADAP RAPERDA TENTANG PERTANGGUNGJAWABAN PELAKSANAAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH KOTA DEPOK TAHUN...

Pemkot Izinkan Sholat Idul Adha, Dengan Syarat Tetap Patuh Protokoler Kesehatan

Depok- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memperbolehkan pelaksanaan salat Iduladha di lapangan, masjid, atau ruangan kecuali di wilayah  RW Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS). Kebijakan...

Makin Transparan dan Akuntabel, Pemkot Depok Kembali Raih WTP

BALAIKOTA- Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Provinsi Jawa Barat. Penghargaan yang sudah diraih...