Home Headline Depok Akan Langka Daging Selama Sepekan

Depok Akan Langka Daging Selama Sepekan

MARGONDA – Sudah dua hari para pedagang daging di Kota Depok menggelar mogok. Mereka tidak akan berjualan kembali jika tuntutan mereka supaya harga daging sapi distabilkan kembali dikabulkan.

“Kemungkinan kami akan mogok satu pekan. Kalau Senin (pekan depan) harga daging tetap seperti ini, kami tetap tidak jualan,” kata Sunariya, 54 tahun, pedagang daging di Pusat Perbelanjaan/Pasar Depok Jaya, saat ditemui Tempo di kiosnya, Sabtu, 17 November 2012.

Menurut lelaki yang sudah lebih dari 30 tahun menjual daging sapi ini, kenaikan harga daging di distributor yang mencapai Rp 90 ribu per kilogram itu akan menghancurkan penjualan mereka. Pasalnya, harga itu sudah lebih dari kewajaran. Sunariya berharap harga daging dari distributor hanya mentok pada angka Rp 80 ribu per kilo. “Hari Raya Idul Fitri saja tidak seperti ini,” kata Sunariya.

Mereka menuntut karena harga daging yang naik pada Idul Adha Oktober lalu tidak pernah turun lagi. Malah distributor daging terus menaikkan harga. “Kami yang eceran kan susah,” katanya. Tidak mungkin, kata dia, ia menjual daging eceran dengan harga mulai Rp 100 ribu kepada konsumen. “Ini akan berakibat fatal bagi kami.”

Akibat aksi mogok itu seperti buah simalakama bagi para penjual daging. Satu sisi, mereka harus mogok untuk menuntut harga wajar agar konsumen tidak lari. Namun, di sisi lain, mereka rugi karena sudah dua hari tidak menjual secara normal. “Saya biasanya dapat untung Rp 500 ribu per hari,” kata dia.

Berdasarkan pantauan, di lantai dasar Pasar Depok Jaya memang khusus untuk penjualan basah. Seperti ikan dan berbagai jenis daging. Namun, sesuatu yang berbeda terlihat pada deretan kios-kios penjual daging sapi. Dari belasan kios, hanya satu kios terdapat daging. Itu pun hanya sedikit dan kualitasnya tidak bagus. Kios itu milik Sunariya. “Ini daging sisa-sisa pada hari Kamis lalu,” katanya.

Menurut Sunariya, ia dilarang menjual daging baru. Kalau sisa dari sebelum hari Jumat, masih bisa dijual. Sunariya mengklaim daging sebanyak 15 kilogram yang dijualnya hari ini adalah daging hasil gabungan sisa-sisa dari temannya. “Kalau Jumat kemarin memang berhenti total, saya menjual hari ini supaya tidak rusak,” kata dia. Meski hanya kiosnya yang menjual daging, dia tidak berniat menaikkan harga, tetap Rp 90 ribu per kilogram.

Sunariya mengatakan, jika harga daging tidak turun dan penjual memaksakan dengan harga Rp 100 ribu per kilo, para pembeli akan banyak yang lari. Bisa jadi mereka akan hitung-hitungan untuk membeli daging sapi. Hal itu akan membuat omzet penjualan para pedagang turun. “Kami akan rugi, pembeli yang biasa beli satu kilo akan mengurangi jadi setengahnya atau tidak sama sekali,” kata dia.

Salah seorang pembeli daging sapi di pasar itu, Eli Kasmiati, 40 tahun, mengaku kesulitan mendapatkan daging. “Dari kemarin saya sudah keliling cari daging, tapi tidak ada,” katanya. Mulai Jumat kemarin, Eli yang gemar makan daging mencari di beberapa pasar di Depok. Di antaranya Pasar Depok Jaya, Kemirimuka, dan Cisalak. Namun, dia tidak mendapatkan daging. “Tadi pagi juga sempat cari Pasar Kemirimuka dulu,” kata dia.

Warga kompleks Wijaya Kusuma 6, Pancoran Mas, ini juga mengakui kemahalan daging saat ini. Biasanya, kata Eli, dirinya membeli dengan harga Rp 90 ribu per kilogram hanya pada menjelang hari raya. “Masak dari Lebaran tidak turun-turun,” kata dia.

Seorang pedagang daging ayam potong di Pasar Depok Jaya, 48 tahun, mengatakan, hilangnya daging sapi tidak mempengaruhi peningkatan penjualan daging ayam. “Kalau enggak dapat daging sapi, paling lari ke daging ayam kampung,” katanya. Namun, kata dia, bisa jadi penjualan daging ayam akan naik kalau daging terus hilang beberapa hari ke depan. “Kalau sekarang kan mereka masih punya stok,” kata dia.

 

 

(Sumber: TEMPO.CO)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

Wakil Ketua PWI Depok Rahmat Tarmuji Hadiri Undangan HPN PWI Jawa Barat 2021

CIANJUR - Acara Puncak HPN PWI Tingkat Jawa Barat digelar di Kabupaten Cianjur. Hari Pers Nasional (HPN) 2021 Tingkat Jawa Barat ini dijadikan momentum...
- Advertisement -

Setelah Tertunda, Ridwan Kamil Akhirnya Lantik IDRIS-IMAM

 BANDUNG - “Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Wali Kota Depok/Wakil Wali Kota Depok dengan sebaik-baiknya seadil-adilnya memegang teguh Undang Undang...

Nila Karyani Guru SMPN 3 Depok Terpilih Menjadi Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP/MTs Kota Depok

Pergantian pengurus dalam organisasi merupakan suatu dinamika yang tidak bisa dihindari, bahkan sepertinya harus dilakukan sebagai sebuah proses menuju perbaikan dan peningkatan program. Dengan...

Jurnalis Depok Peringati HPN 2021: Mengenang 25 Tahun Pembunuhan Udin Pahlawan Pers

DEPOK - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, para jurnalis di Kota Depok yang tergabung di Depok Journalist Club (DJC) akan menyelenggarakan  rangkaian...

Berita Terkait

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61, Kejari Depok Gelar Baksos dan Webminar Wawasan Hukum

CILODONG - Kejaksaan Negeri Depok melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021 dan Hari Ulang Tahun (HUT)...

ROMI & The JAHATs Dan GONG MERAH PUTIH Siap Menggebrak Di Indie For Saturday 24 Juli

DEPOK - NGAMAR PODCAST ORGANIZER akan menggelar konser virtual setelah masa PPKM Darurat 3-20 Juli selesai. Konser ini digelar secara virtual dengan tiket terjangkau...

Vaksinasi Usia 12-17 Tahun di Depok Tunggu Distribusi Logistik dari Kemenkes

BALAIKOTA - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk anak-anak usia 12 sampai 17 tahun di Kota Depok belum dapat dilakukan. Saat ini masih menunggu pendistribusian logistik...

Tersangka Kasus ‘Joget-joget’ Di Hajatan Saat PPKM Darurat Segera Diperiksa JPU

KOTA KEMBANG - Kejaksaan Negeri Kota Depok menggelar Konfrensi Pers pada Selasa (6/7) terkait Tersangka Kasus Hajatan Lurah disaat pemberlakukan PPKM hari pertama di...

Walikota Himbau ASN Ikut Aktif Mencegah dan Menangani Covid-19

BALAIKOTA - Wali Kota Depok Mohammad Idris mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk berperan aktif dalam pencegahan, penanganan dan pengendalian Covid-19 di Kota...