Home Headline TKI Diperkosa Polisi Malaysia, Migrant Care: Pemerintah Jangan Lembek!

TKI Diperkosa Polisi Malaysia, Migrant Care: Pemerintah Jangan Lembek!

JAKARTA – Aktivis Migrant Care Anis Hidayah menegaskan agar Pemerintah Indonesia harus gigih dalam menyelesaikan kasus pemerkosaan TKW Indonesia yang terjadi baru-baru ini, karena dikhawatirkan akan ada pengalihan isu dan tindakan propaganda dari Pemerintah Malaysia apabila tidak ada tindakan tegas dari Pemerintah Indonesia.

“Pemerintah Indonesia harus gigih dalam menyelesaikan kasus ini dan jangan terlalu lembek. Karena saya melihat seperti ada upaya pengalihan isu, misalnya ada berita yang mengatakan kalau paspor dari TKW kita itu ilegal. Jadi nanti kan bisa dikenakan tindak pidana karena menurut hukum Malaysia itu tindakan pidana. Jadi ini bisa merupakan propaganda dari Malaysia, yang mengatakan kalau TKI kita punya sejarah macam-macam,” ujarnya saat dihubungi detikcom, Jumat (16/11/2012).

Sementara itu menanggapi pernyataan Menlu Marty Natalegawa yang mengecam tindakan Malaysia, Anis mangatakan bahwa itu memang merupakan hal wajar yang dilakukan oleh pemerintah.

Akan tetapi dia berharap agar Pemerintah Indonesia memiliki reaksi yang tegas dan tidak lembek dalam penyelesaian kasus tersebut. Hal ini diharapkan dapat menghilangkan tindakan kriminal dan pelecehan seksual yang sering terjadi atas TKW Indonesia di Malaysia.

“Mengecam itu kan memang tindakan pemerintah, tapi pemerintah kita tetap harus memilki reaksi yang tegas, jangan lembek. Selama ini kenapa Malaysia bisa menginjak kita ya karena pemerintah kita tidak tegas. Sampai berapa banyak lagi TKW kita yang jadi korban di Malaysia hingga pemerintah memberikan reaksi,” tegasnya.

Anis menambahkan, pemerintah Indonesia harus memiliki strategi dalam penyelesaian kasus ini. Dia juga meminta agar Pemerintah Malaysia membayar ‘dosa’ atas perbuatan asusila yang kerap terjadi pada TKW Indonesia di Malaysia, dan poses peradilan yang tak kunjung tuntas selama bertahun-tahun.

“Pemerintah harus punya strategi. Jadi apapun itu harus dilaporkan. Pemerintah Malaysia harus membayar dosa-dosa mereka terhadap TKW kita. Penanganan kasus TKW itu kan banyak sekali yang gantung sampai saat ini. mulai dari tahun 2004, 2005, tidak ada yang selesai, jadi saya sangat menyayangkan pemerintah kita yang mau saja diatur seperti itu. Kenapa TKW kita seperti itu kan akibat pemerintah indonesia yang terlalu lembek terhadap peradilan di Malaysia,” tuturnya.

 

 

(Sumber: Detik.Com)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

Inilah Prediksi 5 Kepala Dinas Terpilih Versi PAD

MARGONDA - Pasca dirilis oleh Kepala BKPSDM tentang 15 nama kandidat Kepala Dinas akan dipilih oleh Walikota Depok 5 nama untuk di lima posisi...
- Advertisement -

Dewan Provinsi Jabar Hasbullah Rahmad Beri Masukan Pada Pemkot Depok

DEPOK – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PAN, HM. Hasbullah Rahmad., S.Pd. M.Hum, merasa prihatin terhadap kondisi pelaku UMKM di Kota Depok...

Pemkot Depok Tambah ABT Untuk Bantu Warga Terdampak Bencana

BALAIKOTA - Pemerintah Kota Depok bergerak cepat menindaklanjuti dampak hujan deras disertai angin kencang yang terjadi pada (21/06) sore, sehingga mengakibatkan rumah dan infrastruktur...

Lolos Babak Kualifikasi Jabar, Walikota Janjikan Bonus Atlet Drum Band

CILODONG - Wali Kota Depok Mohammad Idris berjanji akan memberikan bonus kepada atlet drum band Kota Depok yang akan berjuang untuk lolos babak kualifikasi...

Berita Terkait

Forum Anak Depok Tetapkan Buti Adia Dharma Sebagai Ketua

Buti Adia Darma resmi ditetapkan sebagai Ketua Forum Anak Depok (FAD)  periode 2022-2024. Penetapan tersebut dilakukan melalui Musyawarah Daerah (Musda) Forum Anak Tahun 2021.Kepala...

PDAM Tirta Asasta Depok Maksimalkan Penggunaan Data Logger

depokinteraktif.com - Perkembangan teknologi yang semakin maju pesat, PDAM Tirta Asasta Kota Depok juga mengikuti perkembangan teknologi dengan terus melakukan perubahan dan penyesuaian layanan...

Luar Biasa! Bunda PAUD Kelurahan Tanah Baru Tembus 10 Besar Nasional

BEJI - Bunda PAUD Kelurahan Tanah Baru asal Kota Depok Frina Shaurin  berhasil masuk ke dalam 10 besar penilaian Apresiasi Bunda Pendidikan Anak Usia...