Home Headline Ada Apa Dengan Kematian?

Ada Apa Dengan Kematian?

CATATAN BUNG TORBEN

(Sebuah Resensi untuk Novel PUING)

Judul Buku       : Puing
Pengarang         : (Kolaborasi 9 Pengarang) Anna Budiastuti, Arief Hamdani,  Bondan Winarno, Gredika Noor Hanes, Irvan Sjafari, Priatna Ahmad Budiman, Suzana Widiastuti, Suzana Hadjarati, dan Violeta Narcissus.

Penerbit            : The BeBoP Publishing
Cetakan I          : Februari, 2005
Tebal                  : xi + 286 ha

Mengapa orang tak boleh menentukan kapan saatnya untuk mati?, ini adalah suara Azumi, seorang ilmuwan biologi molekuler yang muda, cantik dan sedang menjadi perhatian kalangan ilmuwan karena kecerdasan teorinya.
Azumi bercita-cita untuk menjadi The Death Buster, dan dia benar-benar berusaha untuk mewujudkan dengan melakukan riset-riset dilaboratorium.

Tema after_life (kematian) yang sedang digeluti oleh Azumi tidak terlepas dari latar belakang kisah hidupnya, dimana ketika dirinya baru berusia enam tahun, Mamanya meninggal karena melahirkan adiknya, Aya, yang beberapa bulan setelah kelahirannya juga meninggal akibat serangan tumor ganas di otaknya. Kematian Mama dan Aya sangat berpengaruh besar pada psikologis Doctor Azumi hingga dewasa. Dirinya menyalahkan bapaknya yang tidak punya perhatian terhadap keluarga, dan hanya sibuk menenggelamkan diri dilaboratorium.

Azumi tidak pernah memaafkan Bapaknya namun akibat kebenciannya tersebut, memunculkan perasaan kuat untuk menandingi Papanya, sehingga Doctor Azumi pun terjebak dalam lumpur yang sama digeluti oleh Papanya. Sampai akhirnya, Azumi mengakui bahwa hidup ini absurd dan dirinya menantang kehadiran Sang Maut.

Itulah salah satu cerita dari beberapa cerita berbeda dari kisah-kisah para tokoh dalam novel Puing. Masing masing cerita memiliki tokohnya sendiri dan kisah-kisahnya sendiri. Namun ada satu kesamaan dari semua cerita tersebut adalah after_life (kematian). Atas dasar pengalaman-pengalaman para tokoh, yang memiliki orang terdekat yang meninggal, berkumpulah mereka dalam sebuah mailing list bernama after_life. Di milis (mailing list) inilah mereka berjumpa maya, saling berkenalan di dunia virtual, dan berbagai cerita tentang kematian.

Seperti misalnya kisah Maia, seorang lesbian, yang mengakhiri profesinya sebagai pecatur handal karena kekasihnya meninggal. Namun, ketika cinta mulai bersemi kembali di hati Maia, dirinya harus mati karena ledakan bom milik teroris disebuah hotel kawasan Kuningan Jakarta. Maia mencintai kalyana, yang juga seorang pecatur muda namun sudah berhasil memperoleh gelar pemain terbaik pada sebuah kejuaraan nasional. Namun sesungguhnya, Kalyana berbeda dengan Maia, sebab Kalyana sempat jatuh hati pada Yana, lawan tandingnya.

Membaca Puing, kita tidak harus memulainya dari halaman depan bab pertama, selayaknya membaca novel lain. Puing adalah sejenis kumpulan cerpen dari sembilan pengarang yang kebetulan memiliki tema yang sama dan bertemu di milis after_life. Pembaca dapat membacanya terbalik, dari belakang, bab terakhir, lalu berurut kedepan bab pertama. Atau secara acak dari tengah lalu meloncat ke bab mana saja. Ini seperti dunia matriks. Namun meski demikian, pembaca tetap bisa merangkumnya sebagai satu kesatuan cerita novel.

Novel Puing merupakan terobosan baru dalam ranah sastra di negeri kita. Selain di tulis secara bebarengan, proses kreatif yang lahir dari dunia virtual juga cukup unik. Rangkaian kisah dari lorong-lorong internet, dengan logika dan semiotika digital, memberikan nuansa dan rasa baru. Hal ini menjadikan sastra cyber sudah pantas diakui sebagai genre yang dapat disejajarkan dengan karya-karya sastra genre lain atau sebelumnya.

Sembilan pengarang yang mengaku diri sebagai The Morons memiliki latar belakang profesi dan pengalaman yang berbeda. Bahkan dari segi usia pun, mereka cukup beraneka ragam. Namun di dunia virtual, ruang dan waktu seperti hilang. Usia dan latar belakang menjadi tidak penting. Siapa saja dapat bermain bersama, meski jarak mereka di dunia nyata cukup jauh. Pada bab awal dan terakhir yang berjudul, ‘Akhir yang mengawali’ dan ‘Awal yang mengakhiri’ adalah jembatan utama yang menghubungkan kisah-kisah dalam Puing.

Dalam dua bab kunci tersebut bercerita, rencana mereka para anggota milis after_life untuk melakukan kopi darat pada suatu hari dengan dikoordinir oleh Doctor Azumi yang kebetulan pada saat itu juga sedang menggelar seminar di hotel tersebut. Para anggota dari luar Jakarta berdatangan dengan penuh antusias, karena rasa penasaran ingin berjumpa anggota lain di milis after_life. Namun sungguh tragis, karena pada saat pertemuan itu berlangsung, hotel tempat mereka berkumpul di Bom oleh teroris, sehingga kemungkinan dari para anggota itu mati. Hanya dua orang yang selamat, karena tidak bisa menghadiri kopi darat tersebut, karena kesibukan masing-masing. Namun ketika terjadi ledakan dahsyat tersebut, mereka berdua mengetahui dan sedang chating satu sama lain.

Dengan terbitnya novel Puing, membuktikan bahwa Science Fiction (SF) segera siap-siap menjadi primadona menggeser novel-novel Chicklit dan Teenlit. Sebelumnya juga ada Trilogi Supernova karya Dee, Area X, Hymne Angkasa Raya karya Eliza V. Handayani, dan Anomali karya Santo Pay. Barangkali sudah saatnya pembaca menikmati karya fiksi ilmiah yang disebut oleh Taufik Ismail sebagai karya novel pintar.

(Selesai)
*Oleh Torben Rando oroh

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Forum Aktivis Depok Ajak Seluruh Masyarakat Depok Untuk Tunda Pilkada 1 Tahun

 DEPOK - Para aktivis Depok yang khawatir dengan kondisi perkembangan Bencana Virus Corona yang semakin memprihatinkan, mendesak Pemerintah dan KPU untuk menunda perhelatan PILKADA...

HUT DPRD Kota Depok dan Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Depok Terhadap 4 Raperda

CILODONG - DPRD kota Depok Gelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 4 Raperda Pemerintah Kota Depok dan jawaban Walikota...

Tidak Ada Kenaikan Tarif PDAM Tirta Asasta Depok Sejak 2017-2020

SUKMAJAYA - Adanya beberapa keluhan dari pelanggan terkait besaran tagihan penggunaan air PDAM, pihak PDAM Tirta Asasta kota Depok merespon hal tersebut tidak terlepas...

Aksi Kamisan Depok Tuntut Pemkot Segera Bangun Gedung Kesenian

CIMANGGIS - Sejumlah aktivis, seniman dan mahasiswa di Kota Depok yang rutin melakukan Aksi Kamisan Depok, pada hari kamis 27 Agustus 2020 kemarin kembali...

Aktivis & Seniman Depok Aksi Menuntut Bebaskan Jerinx SID

 DEPOK - Puluhan aktivis dan seniman Kota Depok yang rutin menggelar Aksi Kamisan Depok pada 13 Agustus 2020 di Depan Stadion Merpati melakukan aksi...