Home Headline Diperlukan Lembaga Penjaminan Perlindungan TKI

Diperlukan Lembaga Penjaminan Perlindungan TKI

Jakarta (06/12) – Pembentukan Pansus RUU tentang Perlindungan Pekerja Indonesia di Luar Negeri (RUU PPILN) merupakan salah satu komitmen terhadap upaya memberikan perlindungan sepenuhnya terhadap TKI. Sebagai tenaga kerja yang dilindungi hak-haknya keberadaan mereka kerpkali menjadi sapi perahan para oknum atau lembaga yang terlibat dalam proses penempatan TKI. Demikian pandangan anggota Pansus RUU PPILN Poempida Hidayatulloh dalam Diskusi Tematik “Menggagas Sistem Perasuransian yang Memberi Jaminan Keamanan bagi Pekerja Migran dan Keluarganya yang Diselaraskan dengan Pelaksanaan Sistem Jaminan Sosial” yang digelar di Hotel Marcopolo Jakarta hari ini.
Poempida mengatakan sejauh ini belum ada komitmen Pemerintah dalam melakukan perlindungan terhadap TKI. Masih banyaknya permasalahan yang dialami TKI di luar negeri, seperti hak-hak TKI yang tidak dipenuhi, kasus perkosaan, kasus pembunuhan adalah indikator lemahnya kinerja Pemerintah didalam melindungi warga negaranya di luar negeri.
Lebih lanjut, dia menjelaskan selama ini perusahaan-perusahaan asuransi tidak memberikan hakikat perlindungan terhadap TKI. Permasalahan muncul ketika TKI sangat sulit untuk mengajukan klaim walaupun sebenarnya mereka telah memenuhi persyaratan untuk klaim asuransi. Hal ini mengingat adanya orientasi bisnis dari konsorsium asuransi yang berimplikasi terhadap TKI yang kerapkali dirugikan dan dipersulit ketika mengurus pengajuan klaim asuransi yang menjadi hak penuh TKI.
Untuk itu, perlu adanya mekanisme perlindungan TKI, semacam lembaga pendanaan yang menjamin perlindungan TKI tanpa melalui mekanisme asuransi. “Perlu adanya lembaga semacam Lembaga Penjamin Sosial (LPS) bagi TKI, yang sumber dananya diambilkan dari anggaran Negara (APBN),” terangnya.
Praktek Ex Gratia
Terdapat beberapa kebijakan asuransi yang sangat merugikan TKI antara lain mekanisme ex gratia yaitu kewajiban perusahaan untuk membayarkan klaim yang sebenarnya hal itu bukan merupakan tanggungan pihak perusahaan. Sebagai bentuk tanggung jawab pemberian klaim pihak, asuransi dapat tidak membayarkan sepenuhnya klaim tersebut kepada tertanggung. Artinya pihak konsorsium asuransi TKI bisa saja beralasan bahwa persyaratan yang diajukan oleh TKI tidak memenuhi syarat untuk pengajuan klaim. Lebih daripada itu hakikat dari perlindungan terhadap TKI kembali harus dipertanyakan melalui metode perasuransian ini.Poempida berpendapat dalam UU Usaha Perasuransian No. 2 Tahun 1992, praktek ex gratia ini tidak diatur dan mekanismenya pun tidak disebutkan. Praktek-praktek yang tidak diatur dalam UU ini rentan terhadap penindasan terhadap TKI karena perusahaan asuransi dapat saja memberikan alasan bahwa tertanggung tidak memenuhi syarat pengajuan klaim sehingga tidak dapat dibayarkan penuh sesuai tanggungan. “Praktek ini sama dengan uang tutup mulut yang diberikan pihak asuransi kepada tertanggung agar tidak mengajukan keberatan dan dapat dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Praktek ex gratia ini yang sama sekali tidak menggambarkan perlindungan terhadap TKI,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan pialang asuransi dalam prakteknya mendapatkan fee sebesar 50% dari total yang dibayarkan oleh tertanggung. Aturan fee ini juga tidak diatur dalam Peraturan Menteri ataupun UU, sehingga mekanisme yang tidak jelas dan abu-abu ini sangat rentan merugikan TKI. Dengan premi yang dibayarkan 400 ribu rupiah oleh TKI, setengahnya merupakan feeyang didapatkan oleh pialang asuransi. Artinya bahwa premi yang dibayarkan lebih banyak diperuntukkan untuk membayarkan fee pialang asuransi sedangkan dalam prkateknya pihak TKI seringkali dipersulit untuk mendapatkan klaim asuransi. “Praktek seperti ini juga merupakan pemerasan terhadap TKI dan menghilangkan dimensi perlindungan yang menjadi fokus utama pemerintah,” tandasnya. (Rando)
- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Diskominfo: M-CAP Sarana Edukasi Untuk Pelanggaran Protokol Kesehatan

 BEJI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok menurunkan Mobile Community Acces Point (M-CAP) ke setiap lokasi operasi yustisi Gerakan Depok Bermasker. Layanan...

Pemkot Depok Ajak Tokoh Agama Untuk Cegah Penyebaran COVID-19

BALAIKOTA - Penyebaran virus Corona Covid-19 di Kota Depok terus meningkat pesat. Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Jumlah...

PDAM Tirta Asasta Perpanjang Program Diskon Hingga 31 Oktober

 Depokinteraktif.com - Melalui Program Sayangi Bumi Bersama (PSBB), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta kota Depok melakukan perpanjangan program diskon layanan penyambungan baru...

Musisi Agung Saget Kecewa Tak Ada Cawalkot Komitmen Bangun Gedung Kesenian

 DEPOK - Setelah penyair Tora Kundera menyatakan sikap tidak mendukung kedua pasangan Calon Walikota Depok di Pilkada 2020 dikarenakan tidak ada yang mau komitmen...

Forum Aktivis Depok Ajak Seluruh Masyarakat Depok Untuk Tunda Pilkada 1 Tahun

 DEPOK - Para aktivis Depok yang khawatir dengan kondisi perkembangan Bencana Virus Corona yang semakin memprihatinkan, mendesak Pemerintah dan KPU untuk menunda perhelatan PILKADA...