Home Headline Rakyat Kuba Rayakan 54 Tahun Revolusi

Rakyat Kuba Rayakan 54 Tahun Revolusi

Foto: Seluruh rakyat Kuba tumpah diluar rumah merayakan 54 Tahun Revolusi Kuba.

Foto: Fidel Castro ketika memimpin Revolusi Kuba.

Foto: Dua sahabat karib, Fidel Castro dan Soekarno.

Foto: Gerakan Revolusi Fidel Castro danj Che Guevara berhasil menumbangkan rezim borjuis Fulgencio Batista.

Selasa, 1 Januari kemarin, rakyat Kuba merayakan revolusi yang sudah berusia 54 tahun. Tepat pukul 00.00 waktu setempat, bendera Kuba berkibar di balai kota Santiago De Cuba.

Di tempat itu, 54 tahun yang lalu, Fidel Castro mengumumkan kemenangan revolusi. Diktator Kuba Fulgencio Batista, yang disokong oleh imperialisme AS, telah mundur dan melarikan diri ke Republik Dominika.

Perayaan 54 tahun Revolusi Kuba mulai berlangsung tanggal 30 Desember 2012. Berbagai kegiatan, terutama kegiatan budaya, diselenggarakan di seluruh pelosok Kuba.

Sejumlah pemimpin negara, seperti Venezuela, Nikaragua, Suriname, Barbados, Jamaika, Antigua dan Barbuda, Rumania dan Kiribati, mengirimkan ucapan selamat kepada rakyat Kuba.

54 tahun telah berlalu. Berbagai prestasi telah ditorehkan oleh Rakyat Kuba dan proses revolusinya. Khususnya sukses di bidang pendidikan, kesehatan, dan pertanian.

Prestasi Kuba di bidang pendidikan mendapat pengakuan internasional. Catatan PBB menyebutkan, 100% orang Kuba berusia 15-24 (laki-laki dan perempuan) sudah melek huruf. Selain itu, 96,2% anak-anak usia sekolah dasar sudah terdaftar.

Pada tahun 2004, 92,6% anak-anak Kuba berhasil menyelesaikan pendidikan dasar. Bahkan, dalam peringkat UNESCO, Kuba berada di urutan ke-10 dari 125 negara dalam hal melek huruf.

Pada tahun 1959, sebelum meletusnya revolusi Kuba, jumlah Universitas cuma tiga buah. Itupun hanya menampung 15 ribu orang. Sekarang ini, jumlah Universitas di Kuba suda mencapai ratusan. 11% ilmuwan Amerika Latin mendapat gelar PhD-nya di Kuba.

Di bidang kesehatan, Kuba juga meraih sukses besar. Sebelum revolusi 1959, satu dokter di Kuba melayani 1.051 orang. Namun, pada tahun 2007, angka itu berubah fantastis: satu dokter Kuba melayani 155 keluarga. Itu lebih tinggi dibanding negara maju, seperti eropa barat (1 dokter untuk 330 orang) ataupun AS (1 dokter untuk 417 orang).

Hingga April 2012, ada 38,868 tenaga dokter professional Kuba yang bekerja di 66 negara. Kemudian ada 135,000 tenaga medis Kuba yang bekerja di negara lain. Semuanya dalam kerangka solidaritas kemanusiaan.

Sistem pertanian organik di Kuba juga banyak dipuji orang. Meskipun, sampai sekarang ini, kebutuhan pangan Kuba masih banyak yang diimpor dari Vietnam. Sistem pertanian kota—sering disebut organoponicos—juga mulai menuai banyak kesuksesan.

Kuba juga penting sebagai sumber inspirasi. Revolusi Kuba menginspirasi Revolusi Sandinista di Nikaragua tahun 1979. Revolusi Kuba juga berkontribusi terhadap gerakan revolusioner di berbagai negara di amerika latin, Afrika, dan Asia.

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

26 Oktober PDAM Depok Akan Padam 24 Jam

 SUKMAJAYA – Untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan, PDAM Tirta Asasta Kota Depok akan melakukan penggantian panel COS (pemindah daya listrik dari PLN ke Generator)...

Diskominfo: M-CAP Sarana Edukasi Untuk Pelanggaran Protokol Kesehatan

 BEJI – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok menurunkan Mobile Community Acces Point (M-CAP) ke setiap lokasi operasi yustisi Gerakan Depok Bermasker. Layanan...

Pemkot Depok Ajak Tokoh Agama Untuk Cegah Penyebaran COVID-19

BALAIKOTA - Penyebaran virus Corona Covid-19 di Kota Depok terus meningkat pesat. Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok Jumlah...

PDAM Tirta Asasta Perpanjang Program Diskon Hingga 31 Oktober

 Depokinteraktif.com - Melalui Program Sayangi Bumi Bersama (PSBB), Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Asasta kota Depok melakukan perpanjangan program diskon layanan penyambungan baru...

Musisi Agung Saget Kecewa Tak Ada Cawalkot Komitmen Bangun Gedung Kesenian

 DEPOK - Setelah penyair Tora Kundera menyatakan sikap tidak mendukung kedua pasangan Calon Walikota Depok di Pilkada 2020 dikarenakan tidak ada yang mau komitmen...