Home Headline Keterlibatan Sri Mulyani-Boediono Menguat

Keterlibatan Sri Mulyani-Boediono Menguat

Mega Skandal Korupsi Century 6,7 Triliyun

FOTO: KPK Dinilai Takut Hadapi Timwas Skandal Century.

JAKARTA (DeTif) – Ada perkembangan baru yang didapatkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dari pemeriksaan terhadap dua saksi yang digarap di Amerika Serikat belum lama ini. Saksi itu adalah, mantan menteri keuangan, Sri Mulyani Indrawati dan kepala kantor Bank Indonesia (BI) di AS, Wimbo Santoso.

Begitu dikatakan Jurubicara KPK, Johan Budi Sapto Prabowo di kantornya, jalan Hrrasuna said, Jakarta Selatan, Selasa (7/5).

“Penyidik selama dua hari pada tanggal 30 April dan 1 Mei sudah melakukan pemeriksaan terhadap Sri Mulyani. Dan dari pemeriksaan tersebut penyidik menemukan bukti dan informasi baru,” kata Johan.

Namun, apa bukti-bukti yang didapatkan penyidik itu, Johan tidak mau menjelaskan lebih lanjut. Termasuk, ketika ditanyakan apakah bukti itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan eks Gubernur BI yang saat ini menjadi Wakil Presiden RI, Boediono.

“Itu sudah masuk materi. Saya belum dinformasikan penyidik,” tegas Johan Budi. Potret keterlibatan Boediono sudah dibicarakan publik berangkat dari temuan investigasi Bank Century yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) pada tahun 2009. Disebutkan bahwa pada tanggal 14 November 2008 dia mengubah persyaratan CAR untuk mendapatkan Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) menjadi “positif” saja. Sementara penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa posisi CAR Bank Century pada tanggal 31 Oktober 2008 telah berada pada titik negatif 3,53 persen. Dengan demikian, bahkan menurut peraturan baru itu pun seharusnya Bank Century tidak memenuhi syarat untuk memperoleh FPJP.

Selain itu, BPK juga menemukan bahwa sebagian jaminan FPJP yang disampaikan Bank Century senilai Rp 467,99 miliar nyata-nyata tidak secure. Namun demikian, Boediono tetap berbaik hati merestui permintaan FPJP yang diajukan Bank Century.

Malam hari, 20 November 2008, Boediono menandatangani surat bernomor 10/232/GBI/Rahasia tentang Penetapan Status Bank Gagal PT Bank Century Tbk. dan Penanganan Tindak Lanjutnya. Di dalam surat itu, antara lain, disebutkan bahwa salah satu cara untuk mendongkrak rasio kecukupan modal Bank Century dari negatif 3,53 persen (per 31 Oktober 2008) menjadi positif 8 persen adalah dengan menyuntikkan dana segar sebagai Penyertaan Modal Sementara (PMS) sebesar Rp 632 miliar.

Dalam kasus Century, KPK telah menetapkan mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Bidang Pengelolaan Moneter, Budi Mulya sebagai tersangka. Dia diduga melakukan penyalahgunaan wewenang dalam pemberian FPJP ke Bank Century pada tahun 2008 dan terkait penetapan Bank Century sebagai bank gagal. Namun, KPK sampai saat ini belum juga memeriksa Budi Mulya.(SP)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

PDAM Tirta Asasta Lanjutkan Promo Gratis Penyambungan Baru Hingga Maret 2021

DEPOK - Dalam rangka perluasan jaringan dan pelanggan, PDAM Tirta Asasta Kota Depok terus memberikan kemudahan kepada para pelanggan, khususnya untuk pemasangan baru. Setelah...

Disdik Lucurkan Channel Youtube Belajar Bersama

BALAIKOTA - Dinas Pendidikan Kota Depok meluncurkan channel Youtube "Belajar Bersama Disdik Depok Provinsi Jawa Barat" sebagai sarana pembelajaran di rumah untuk pelajar dari...

Presidium Aktivis Depok Salut Dengan Kinerja Kejaksaan Depok Dalam Pemberantasan Korupsi Di Depok

KOTA KEMBANG - Pasca Ekspose Kinerja Kejaksaan Negeri Depok pada 12 Januari 2021 yang dihadiri oleh perwakilan Jurnalis dan Aktivis di Kantor Kejaksaan Negeri...

Nama Dokter JW Karundeng Diusulkan Jadi Nama RSUD Di Tapos

DEPOK – Puluhan aktivis Kota Depok yang tergabung di dalam Presidium Aktivis Depok kembali melontarkan gagasan cemerlang untuk Pemerintah Kota Depok.Nama Dokter J.W. Karundeng...