Home Politik Lahmudin Abdullah: Ustad Bukan Profesi!

Lahmudin Abdullah: Ustad Bukan Profesi!

FOTO: Lahmudin Abdulah, Caleg PAN No Urut 1 Dapil 3 (Sawangan, Bojongsari dan Cipayung).

Pemilu 2014 yang akan datang menjanjikan banyak harapan baru bagi masyarakat Indonesia. Karena melalui pemilu lah pijakan baru akan arah bangsa ini akan dibawa. Demikian juga dengan kota Depok yang kita cintai ini.

Kemajuan atau kemunduran kota ini juga akan ditentukan oleh hasil pemilu 2014. Apakah Depok akan tetap menjadi “Kota Ruko” dengan kemacetan yang semakin menggila ataukah akan berubah menjadi kota yang sangat nyaman dan layak huni bagi penduduknya?

Dalam rangka mensukseskan pemilu 2014, Redaksi Depok Interaktif melakukan wawancara secara exclusive dengan para Calon Anggota DPRD Depok. Para Caleg yang kami wawancara merupakan perwakilan dari sektor-sektor yang ada di masyarakat dan daerah pemilihan. Redaksi menerima usulan dari masyrakat untuk melakukan wawancara dengan Calon Anggota DPRD.

Wawancara ini bertujuan agar masyarakat Depok dapat mengetahui dan mengenal lebih dekat calon-calon anggota DPRD yang akan di pilihnya kelak. Agar masyarakat tidak membeli kucing dalam karung.

Pada kesempatan perdana ini, anggota redaksi Depok Interaktif, Bin Bin Firman Tresnadi melakukan wawancara dengan Lahmudin Abdullah calon anggota DPRD Depok dari Partai PAN , Dapil 3 (Sawangan, Bojongsari dan Cipayung).
Pada kesehariannya, Lahmudin Abdullah lebih di kenal dengan panggilan pak Ustad ini di temui di kediamannya di jalan Nusa Indah, Cinangka, Sawangan, Depok.

Berikut petikan wawancara Depok Interaktif (DI) dengan Lahmudin Abdullah (LA).
DI: Bapak lebih di kenal sebagai Ustad di daerah sini. Landasan Bapak untuk maju sebagai calon anggota DPRD itu apa?

LA: Yang pertama, Depok itu punya kita. Kedua, kita sudah menghadapi beberapa kali pemilu, dan dari beberapa kali pemilu itu tidak ada satupun warga dari Cinangka khususnya, kecamatan Sawangan umumnya, yang bisa dianggap sebagai perwakilan dari masyarakat. Sehingga saya terpanggil dengan kondisi semacam ini. Tujuannya supaya suara-suara masyarakat itu dihargailah! Supaya tidak begitu saja memilih tapi kemudian sesudah memilih sama sekali tidak ada bekasnya. Dari situasi seperti ini timbul keperihatinan saya.

Saya kira sudah saatnya masyarakat ini diberikan pendidikan politik yang bagus, supaya apa yang dia pilih, dapat berdampak positif bagi masyarakat. Umumnya habis dipilih orangnya sudah lupa. Itu lah yang mendasari saya maju sebagai calon anggota DPRD.

DI: Menurut bapak, apa korelasi antara perjuangan sebagai penyiar agama dan perjuangan politik yang akan bapak geluti ini?

LA: Ustad ini bukan sebuah profesi! Ustad ini adalah sebuah kewajiban bagi setiap orang Islam untuk menyampaikan prihal agama. Yang beragama Islam tentunya disini.

Kalau Ustad itu dianggap sebagai profesi sebagaimana yang banyak kita lihat belakangan ini, saya kira kemana-mana dia berperan sebagai profesinya, tentunya dia akan mencari keuntungan atas profesinya tersebut. Tapi apabila peran pendakwah (Ustad—Red) itu melekat di dalam dirinya, maka dia akan berdakwah di semua lini. Baik di DPRD dia tetap berdakwah, begitu juga kalau dia duduk di Eksekutif, atau jadi Petani, pedagang dll, bertemu dengan siapapun tidak akan dia tinggalkan dunia dakwahnya. Jadi harus ada pengawasan dalam dirinya bahwa dia adalah seorang pendakwah. Anggapan saya seperti itu, simpel.

Ada orang beranggapan, bila sudah jadi Anggota Dewan, hilang Ustadnya. Saya kira kalau yang benar ya tidak seperti itu. Ustad kan bisa jadi apa saja, dan berdakwah itu bukan hanya menjadi kewajiban Ustad. Di dalam literature agama, dakwah itu menjadi fardu’ain hukumnya, fardu’ain itu artinya kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap idividu, jadi tidak hanya Ustad saja. Jadi kalau Ustad dijadikan profesi maka ketika dia masuk kedunia lain maka profesinya ilang, ke Ustadan-nya hilang, saya kira begitu. Jadi menurut saya, Ustad itu harus melekat dimana saja. Makanya jangan jadikan posisi Ustad itu sebagai profesi, jadi Ustad kok untuk memperkaya diri. Tidak benar itu!

DI: Dalam pandangan bapak, Depok sekarang ini seperti apa?

LA: Depok ini kan memang belum lama berdiri, setelah berpisah dari Bogor. Saya kira Depok punya peluang yang cukup tinggi untuk jauh lebih maju. Memang sudah beberapa kali Depok jadi pilot projek pemerintah pusat khususnya dalam pilkada kalau tidak salah. Tapi saya pikir tujuan masyarakat bukan seperti itu.

Depok kalau tidak kita “open” dari sekarang, bisa jadi salah urus ya kan? Apalagi sekarang perkembangan penduduk yang begitu pesat, sedangkan infrastruktur ngga memenuhi syarat. Contohnya jalan dari Sawangan ke kota Depok sudah macet, berapa jam waktu kita terbuang coba? Saya kira ini perlu kita urus sejak dini, kalau tidak kita urus dengan sungguh-sungguh akan semakin ruwet.

Saya kira kalo bicara Depok seperti apa, saya kira sekarang ini masih sama dengan apa yang saya rasakan belum banyak perkembangan sejak berpisah dari Bogor. Masih stagnan. Dari saya muda, jalanan dari Sawangan ke Depok itu, ya masih segitu-gitu aja. Tidak berkembang sama sekali sementara volume kendaraan semakin hari semakin banyak.

DI: Kalau menurut bapak, persoalan-persoalan mendesak apa yang perlu diselesaikan di Depok ini?

LA: Yah banyak. Terutama masalah pendidikan perlu kita perhatikan.

Kemudian kesehatan, adalah sesuatu yang harus segera kita atasi.
Dalam hal dunia pendidikan, menurut saya sekolah negeri itu harus menjadi sekolah orang-orang miskin. Kalau sekarang masuk sekolah negeri saja masih banyak pungli dan lain sebagainya, ini kan kusut. Pendidikan ini kan merupakan sesuatu yang harus di nomor satukan, bagi bangsa yang ingin maju kedepannya. Dunia pendidikan di Depok masih kacau. Ada titipan-titipan murid-murid orang-orang yang kaya, trus bodoh pula ingin masuk ke sekolah negeri. Lihat saja ketika penerimaan murid baru kemarin, sungguh kusut.
Dunia kesehatan juga, RSUD Depok belum bisa menampung masyarakat. Saya pernah sampaikan hendaknya Rumah Sakit pemerintah itu kalau bisa ada di setiap kecamatan, supaya pasien tidak harus di rujuk kemana-mana lagi. Puskesmas juga sudah harus boleh menampung pasien rawat inap, saya kira itu penting sekali untuk menolong masyarakat. Masih banyak lagi yang harus kita pikirkan tapi dua hal itu yang saya anggap perlu untuk saat ini.

Rumah Sakit sekarang sini sudah bisnis orientied, orang masuk RS itu kalau tidak punya uang cash terlebih dahulu tidak di urusin. Pemerintah harus care, harus peduli hal-hal seperti ini.

Orang kan banyak gembar-gembor, tapi realisasinya masih belum terwujud. Masyarakat menunggu ini.

DI: Jika, nanti terpilih jadi anggota DPRD, rencananya mau di komisi berapa pak?

LA: Saya belum berpikir soal itu, nanti saya kira dari internal Partai yang akan memutuskan. Buat saya di semua komisi kita punya kewajiban yang sama.

DI: Kami lihat sekarang ini,kampanye hanya menunjukan symbol-simbol saja, pandangan bapak?

LA: Saya kira bahwa symbol-simbol yang di tunjukan dalam banner, poster dll itu tidak mencerminkan, artinya begini, sekalipun dalam satu kampung bendera sebuah partai itu penuh belum tentu dia akan dipilih.

Jadi proses pendidikan masyarakat sangat perlu sekali saat ini. Sehingga masyarakat itu betul-betul pikirannya terbuka, hatinya terbuka, bahwa memilih tidak sebatas memilih. Urusan dalam TPS itu jangan di anggap sepele, tapi itu akan berdampak 5 tahun kedepan. Sehingga kita dalam berkampanye harus memberikan pendidikan politik bagi masyarakat. Saya harapkan seluruh Caleg bisa seperti itu, turun, bantu masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Hal seperti ini saya harap bukan hanya dari Partai saya, tapi dari semua partai. Jangan membodohi masyarakat dengan janji-janji, tapi kerja nyata. Bela kepentingan masyarakat.

Saya kira jangan membuat program yang muluk-muluk lah ya. Yang penting bagaimana seorang Caleg itu membumi dengan masyarakat, sehingga aspirasi yang ada di masyarakat itu di kerjakan bersama-sama. Saya kira itu saja sudah bagus. Ketimbang kita punya banyak visi dan misi dan janji-janjinya tidak ditepati. Itu juga yang memancing saya untuk maju. Anggota DPRD itu harus memasyarakat. Jadikan memasyarakat itu bagian dari hobi kita, rasanya pasti dinamis kalau dekat dengan masyarakat itu.

DI: Banyak Caleg berkampanye kalau menang nanti akan dibangun jalan di kampong tsb dan lain sebagainya, menurut bapak?

LA: Yang harus dipahami masyarakat bahwa proyek jalan jembatan, saluran air dan hal-hal yang berupa infrastruktur adalah kewajiban pemerintah. Tidak harus di minta masyarakat karena merupakan tanggung jawab pemerintah.

Kalau sekarang ini di janjiin oleh calon anggota dewan padahal realisasinya oleh pemerintah, itukan artinya mereka membodohi masyarakat. Kalaupun itu ada, saya kira itu pakai uang pribadi dan jika menggunakan dana pribadi maka ada kecenderungan untuk dapat kembali itu uang, hal seperti ini sebetulnya salah satu cikal bakal seseorang itu melakukan tindakan korupsi. Kita tidak ingin seperti itu.

Yang terpenting bagi saya, seorang anggota DPRD itu harus hidup bersama masyarakat, ibarat pepatah kuno yang mengatakan “Anggota Dewan itu seperti ikan, dia tidak bisa hidup tanpa air (masyarakat—red)”. Anggota Dewan itu harusnya begitu menurut anggapan saya.

Saya menilai orang begini, apabila seseorang dikampungnya saja sudah tidak di hargai oleh wilayahnya, oleh tetangganya sesunggiuhnya orang tersebut tidak mempunyai nilai jual. Jadi seseorang itu bisa di ukur di kampungnya sendiri. Dia hidup dalam maysrakat seperti apa, apabila keberadaanya bermanfaat buat masyrakat sekitar, saya yakin di masyarakat lainpun akan berdampak positif juga,

Biodata:
Nama Lengkap  : Lahmudin Abdulah
Lahir                      : 12 Februari 1967
Alamat                  : Jalan Nusa Indah, PD Bulak, Cinangka, Sawangan Depok
Pin BB                    : 2878633c
Facebook             : Lahmudin Abdullah
Partai                     : Partai Amanat Nasional
No Urut                 : 1
Dapil                       : 3 (Sawangan, Bojongsari dan Cipayung)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Forum Aktivis Depok Ajak Seluruh Masyarakat Depok Untuk Tunda Pilkada 1 Tahun

 DEPOK - Para aktivis Depok yang khawatir dengan kondisi perkembangan Bencana Virus Corona yang semakin memprihatinkan, mendesak Pemerintah dan KPU untuk menunda perhelatan PILKADA...

HUT DPRD Kota Depok dan Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Depok Terhadap 4 Raperda

CILODONG - DPRD kota Depok Gelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 4 Raperda Pemerintah Kota Depok dan jawaban Walikota...

Tidak Ada Kenaikan Tarif PDAM Tirta Asasta Depok Sejak 2017-2020

SUKMAJAYA - Adanya beberapa keluhan dari pelanggan terkait besaran tagihan penggunaan air PDAM, pihak PDAM Tirta Asasta kota Depok merespon hal tersebut tidak terlepas...

Aksi Kamisan Depok Tuntut Pemkot Segera Bangun Gedung Kesenian

CIMANGGIS - Sejumlah aktivis, seniman dan mahasiswa di Kota Depok yang rutin melakukan Aksi Kamisan Depok, pada hari kamis 27 Agustus 2020 kemarin kembali...

Aktivis & Seniman Depok Aksi Menuntut Bebaskan Jerinx SID

 DEPOK - Puluhan aktivis dan seniman Kota Depok yang rutin menggelar Aksi Kamisan Depok pada 13 Agustus 2020 di Depan Stadion Merpati melakukan aksi...