Home Headline LMND, SLANK, WALHI, GREENPEACE, CHANGE.ORG dan Tunas Hijau berjuang bersama untuk Mengusir...

LMND, SLANK, WALHI, GREENPEACE, CHANGE.ORG dan Tunas Hijau berjuang bersama untuk Mengusir Perusahaan Tambang di Pulau Bangka Sulawesi Utara

FOTO: Kaka Slank bersama penduduk Pulau Bangka Minahasa Utara, dalam perjuangan penyelamatan Pulau Bangka akibat perusahaan tambang PT. MMP.

FOTO: LMND membuat Seminar permasalahan pertambangan di Sulawesi Utara.

SULUT – Perusahaan Tambang yang berasal dari Cina yaitu PT. MMP di Pulau Bangka, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, mendapat penolakan dari penduduk setempat yang didukung oleh organisasi dan grup band terkenal SLANK.

Organisasi yang menolak pertambangan di Pulau Bangka Minahasa Utara tersebut adalah LMND (Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi), SLANK (Grup Band Terkenal), WALHI (Wahana Lingkungan Hidup), GREENPEACE (Organisasi Lingkungan Hidup Internasional), Change.Org, dan Tunas Hijau.

Kaka, Vokalis Grup Slank, yang menjadi juru bicara perjuangan ini, mengatakan bahwa penolakan perusahaan tambang PT. MMP ini harus segera karena bisa berakibat kerusakan terumbu karang dan ekosistem.

“Selasa kemaren aku baru aja pulang dari Pulau Bangka, Sulawesi Utara. Keadaannya udah kritis! Kita harus buru-buru dukung penduduk setempat menolak pertambangan PT MMP,” ujar Kaka, vokalis Slank (29/09).

Kaka menambahkan, “Pulau Bangka itu salah satu pulau favorit aku. Aku udah 4 kali nyelem di sana. Alamnya super indah, terutama lautnya! Terumbu karangnya bisa buat lautnya warna biru banget. Kalo ga percaya, liat aja video pada klip yang kami buat.”

Video Klik: https://www.change.org/id/petisi/gub-sarundajang2014-bupati-sompie-singal-tolak-tambang-di-pulau-kecil-selamatkan-pulau-bangka-sulut#

Luas Pulau Bangka Minahasa Utara sekitar 4700 hektar, penduduknya ribuan orang, kebanyakan nelayan.

Kaka melihat rencananya pertambangan bijih besi oleh perusahaan China namanya PT MMP secara besar-besaran. “Ini sudah jelas ga beres, mereka ilegal dan tidak punya izin, tapi masih aja berjalan,” ujar Kaka bersama kawan-kawan aktivis LMND dan aktivis Lingkungan Hidup.

Jika terumbu karang hancur akibat limbah pertambangan, ikan pada hilang, otomatis nelayan pasti akan kehilangan kerjaannya dan kehidupannya. Belum lagi yang bakal banyak penduduk yang digusur untuk bikin pertambangan ini. Yang paling dirugikan penduduk lokal.

Salah satu aktivis LMND menambahkan bahwa meskipun udah ilegal, merusak, dan ditolak penduduk, tapi masih aja, rencana itu berjalan, bahkan kemarin kami mendenger peralatan drill segala sudah sampe ke pulau.

Namun para Kepala Daerah Minahasa Utara Sompie Singal maupun Gubernur Sulawesi Utara Harry Sarundajang (Saat ini sedang ikut Konvensi Capres Partai Demokrat) seolah masih membiarkan perusahaan tambang tersebut.

Pertanyaannya ada apakah dengan para kepala daerah tersebut?

 

 

(roh)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Presidium Aktivis Depok Salut Dengan Kinerja Kejaksaan Depok Dalam Pemberantasan Korupsi Di Depok

KOTA KEMBANG - Pasca Ekspose Kinerja Kejaksaan Negeri Depok pada 12 Januari 2021 yang dihadiri oleh perwakilan Jurnalis dan Aktivis di Kantor Kejaksaan Negeri...

Nama Dokter JW Karundeng Diusulkan Jadi Nama RSUD Di Tapos

DEPOK – Puluhan aktivis Kota Depok yang tergabung di dalam Presidium Aktivis Depok kembali melontarkan gagasan cemerlang untuk Pemerintah Kota Depok.Nama Dokter J.W. Karundeng...

Anggota Dewan: Kasatpol PP Depok Harus Jawab Kritikan Warga Dengan Bukti Kinerja

KOTA KEMBANG - Maraknya berita Toko Miras Ilegal di Dekat Kantor Satpol PP Depok di jajaran jalan Margonda yang sudah bertahun-tahun menjadi toko besar...

PDAM Tirta Asasta Bermitra Baik Dengan Media Untuk Sosialisasikan Program dan Informasi Ke Pelanggan

EKBIS - PDAM Tirta Asasta Kota Depok selama bertahun-tahun terus membangun kemitraan dengan media yang ada di Depok melalui program sosialisasi dan informasi ke...