Home Headline Para Aktivis Depok Gelar Do'a Bersama untuk Petani Tewas Korban Kekerasan Aparat

Para Aktivis Depok Gelar Do’a Bersama untuk Petani Tewas Korban Kekerasan Aparat

PANMAS – Para Aktivis dari berbagai organisasi di Depok menggelar Malam Renungan dan Do’a Bersama untuk Puji (34 Tahun), Petani dan Aktivis Lingkungan Hidup yang tewas akibat disiksa hingga sekarat.

Dalam acara solidaritas yang digelar di Posko PRD Sejajar Rel Depok, dihadiri oleh Ketua PRD Depok Diddy Kurniawan alias Wawan Gaul, Kasno Ketua LSM KAPOK, Akbar Husein Ketua Pemuda Tani Depok, Tora Ketua JAKER Depok, Yuri Prabowo Seniman Depok, Ki Sungsang Sumbal Wakil Ketua Yayasan Kesenian Depok, Pardi Dongkal Wakil Ketua Serikat Tani Nasional (STN) Cabang Depok, Siti Khadijah Sekjend FNPBI Kota Depok, Nova Camila Aktivis LMND Depok, Glenn Maramis Komandan Wibera GEMAPSI Depok, Lukman Hakim Ketua Komunitas Marjinal Laskar Orange, dan masih banyak lagi lainnya.

Acara yang digelar pada 8 Maret 2014 dari Pukul 20.00 Wib hingga Pukul 01.00 Wib dini hari ini diawali dengan diskusi tentang 3 Program Darurat Rakyat yaitu:

1. Wujudkan Kemandirian Pangan Bersama Kaum Tani!

2. Bangun Industri Nasional Bersama Kaum Buruh!

3. Nasionalisasi Seluruh Pertambangan di Indonesia!

FOTO: Para Aktivis Depok berkumpul di Posko PRD Sejajar Rel untuk Solidaritas Terhadap Tewasnya Petani Jambi, Puji.

Dalam diskusi tersebut, Ketua PRD Depok Diddy Kurniawan mengatakan bahwa hal mendesak pertama bangsa kita hari ini adalah kemandirian pangan. “Kita sudah import Beras, Sayur, Lauk Pauk seperti daging. Sementara petani-petani kita digusur dan dibunuhi oleh aparat negaranya sendiri. Dalam kasus tewasnya Puji yang merupakan Petani dan Aktivis Lingkungan Hidup dari warga Suku Anak Dalam Jambi ini, jelas terang benderang bahwa negara lebih memihak modal asing dan rela membunuhi rakyatnya sendiri,” ujar Wawan dalam diskusi.

Sementara Kisungsang Sumbal, Seniman JAKER Depok, menyatakan bahwa negeri ini sudah darurat. “Tujuan kita mendirikan negara ini adalah supaya negara bisa menjamin keamanan dan keselamatan rakyatnya, bukan justru menggusur dan membunuh para petani demi mengabdi pada pemodal asing,” ujar Ki Sungsang, seniman Depok yang dikenal cukup kritis terhadap permasalahan di negeri ini.

Untuk diketahui, pada hari Rabu (5/3), aparat keamanan TNI dan security PT. Asiatic Persada menculik seorang warga dusun Mentilingan, Titus (26 tahun). Proses penculikan terhadap Titus ini disaksikan oleh warga.

Warga kemudian melaporkan kejadian ini kepada ratusan warga SAD yang sedang bertahan di bawah tenda darurat di dusun Trans-Sosial I, dusun Johor Baru, desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Batanghari.

Mendengar laporan itu, warga SAD dan petani Mentilingan pun memutuskan untuk mencari dan membebaskan Titus. Sebanyak 50-an warga SAD dan Mentilingan kemudian mendatangi kantor PT. Asiatic Persada.

Namun, belum juga warga SAD dan Mentilingan ini turun dari kendarannya, mereka langsung diserat oleh puluhan anggota TNI bersama dengan security PT. Asiatic Persada. Sejumlah warga SAD ditikam dengan sangkur, dipukuli, dan dianiaya.

Salah seorang warga SAD, Puji, bahkan diseret masuk ke kantor perusahaan dan dipukuli ramai-ramai hingga sekarat. Pada saat sekarat itulah Puji baru dibawa ke RS Bayangkara.

Namun, nyawa Puji tidak tertolong lagi. Sekitar pukul 23.00 WIB, Puji menghembuskan nafas yang terakhir. Saat itu Puji meninggal dunia dalam keadaan tangan dan kaki masih terborgol.

Jambi.jpg

Kronologis Penculikan, Kekerasan Dan Pembunuhan Warga SAD oleh aparat TNI

Jumat, 7 Maret 2014 | 13:38 WIB  

Puji.jpg

Pada rabu, tanggal 5 Maret 2014, telah terjadi tindakan kekerasan yang dilakukan oleh aparat TNI dan Security PT. Asiatic Persada terhadap warga Suku Anak Dalam (SAD) dan petani Mentilingan di desa Bungku, kecamatan Bajubang, Batanghari, Jambi.

Akibat tindakan kekerasan oleh TNI dan security PT. Asiatic Persada itu: seorang warga SAD bernama Puji (34 tahun) meninggal dunia dan 5 warga SAD lainnya mengalami luka parah. Berikut ini adalah kronologis kejadian tersebut:

Pukul 15.12 WIB:

Terjadi aksi penculikan atau pengambilan paksa terhadap Sdr. Titus (26 Tahun) oleh aparat TNI. Titus ditangkap di rumahnya di dusun Mentilingan, desa Bungku, Batanghari, saat sedang berkumpul dengan keluarganya. Ia kemudian dibawa dengan menggunakan mobil patroli kepolisian.

Diduga: penculikan terhadap Titus ini dilakukan karena ia menyaksikan pencabutan plang/papan pengumuman di lahan sengketa oleh aparat TNI. Pemasangan plang ini dilakukan sebagai bentuk pemberian informasi bahwa status lahan masih dalam sengketa antara warga Mentilingan versus PT. Jummer Tulen dan PT. Maju Perkasa Sawit (keduanya anak perusahaan PT. Asiatic Persada).

Pukul 15.15 WIB:

Sebanyak 6 orang aparat TNI kemudian membawa Titus menuju lokasi pabrik PT. Asiatic Persada di Sungai Kandang, Desa Bungku [kira-kira 3 kilometer dari rumah korban]. Namun, di tengah jalan, tepatnya di dusun Padang Salak, Titus diturunkan dari mobil dan kemudian dianiaya ramai-ramai oleh aparat TNI. Tak hanya dipukuli dan diinjak-injak, Titus juga dikencingi oleh seorang anggota TNI.

Pukul 15.40 WIB:

Titus akhirnya tiba di lokasi pabrik dalam keadaan penuh luka pukulan. Saat itu, dua orang anggota TNI kembali menganiaya Titus dengan menggunakan rotan dan memukul bagian belakang nya. Tak lama kemudian, anggot TNI memerintahkan Titus menjilati darahnya sendiri yang bercucuran di lantai kantor PT. Asiatic Persada.

Pukul 16.10 WIB:

Keluarga korban dan warga lainnya sebanyak 20 orang yang terdiri dari Petani Mentilingan dan Suku Anak Dalam (SAD) datang untuk menanyakan keadaan Sdr. Titus di kantor PT. Asiatic Persada. Warga datang dengan menumpangi kendaraan bermotor dan mobil Carry.

Namun, warga belum sempat menyampaikan maksudnya untuk negosiasi mendesak pembebasan Titus, aparat TNI langsung melepaskan berondongan tembakan ke arah atas dan ke bawah yang menyasar warga.

Saat itu, sebagian warga belum sempat turun dari kenderaan motornya, tetapi langsung dipukuli dan dianiaya oleh anggota TNI dan security PT. Asiatic Persada. Warga yang mendapat penganiaayaan dan dikeroyok beramai-ramai adalah: Sdr. Puji (34 Tahun), Sdr. Khori Kuris (71 Tahun), Sdr. Adi (24 Tahun), Sdr. Ismail (38 Tahun), Sdr. Yanto (31 Tahun), dan Sdr. Dadang (56 Tahun).

Sdr. Puji diseret dan dipukuli beramai-ramai oleh security PT. Asiatic Persada dan anggota TNI. Saat itu korban masih di atas motornya. Saat diseret dan dipukuli, Sdr. Puji sama sekali tidak melakukan perlawanan.

Sejumlah warga yang berusaha menyelematkan puji diberondong dengan rentetan tembakan oleh anggota TNI. Akhirnya, warga berlarian untuk menyelamatkan diri.

Pukul 16.45 WIB:

Saksi mata dari warga melihat mobil ambulance milik PT. Asiatic Persada keluar dari areal pabrik. Saksi mata melihat Titus dan Puji berada di atas ambulance itu. Saat itu, menurut pengakuan saksi warga, Titus masih dipukuli dan disiksa di atas ambulance oleh security PT. Asiatic Persada.

Pukul 19.30 WIB:

Sdr. Puji, yang sudah sekarat, tiba di Rumah SakitBayangkara, Kota Jambi. Dan saat itu, korban langsung ditinggal pergi/kabur oleh orang-orang PT. Asiatic Persada yang membawanya. Menurut pihak RS Bayangkara, saat tiba, Sdr. Puji masih dalam keadaan hidup tapi sudah sangat kritis.

Pukul 20.00 WIB:

Lima warga SAD korban pemukulan lainnya tiba di RSUD Raden Mataher, Kota Jambi. Untuk diketahui, jarak tempuh dari lokasi Desa Bungku ke Kota Jambi adalah lebih dari 3 Jam perjalanan atau + 150
Kilometer.

Pukul 22.00 WIB:

Warga SAD yang berada di lokasi Tenda-tenda pengungsian warga di Trans-Sosial, Johor, Desa Bungku, masih mendengar rentetan tembakan dari lokasi PT. Asiatic Persada.
Pukul 22.50 WIB:

Warga SAD dan perwakilannya baru mengetahui keberadaan Sdr. Puji di RS Bayangkara. Mereka pun berusaha untuk menjenguk dan melihat langsung keadaan Puji.

Pukul 23.03 WIB:

Sdr. Puji Bin Tayat menghembuskan nafas terakhir. Saat itu Sdr. Puji meninggal dalam keadaan tangan diborgol dan kaki diikat tali tambang. Saksi warga juga melihat kondisi wajah korban rusak lebam penuh darah.

Untuk diketahui, Sdr. Puji saat berada di RS Bayangkara tidak mendapatkan pertolongan medis apapun. Menurut pihak rumah sakit, pihaknya hanya melakukan pembersihan luka di tubuhnya. Saudara Puji bahkan sempat jatuh dari bangsal dan tergeletak di lantai hingga meninggal.

Untuk diketahui, saat ini sebanyak 700an warga masih bertahan di tenda-tenda darurat di Tran-sosial 1, Dusun Johor, Desa Bungku, sementara sebagian dari warga yang tergusur lainnya menumpang di rumah-rumah warga Tranmigrasi lainnya dan di hutan-hutan.

Dikeluarkan oleh: Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP-33 UUD 1945) Jambi. Ini adalah aliansi yang melibatkan organisasi pergerakan, yakni Partai Rakyat Demokratik (PRD), Serikat Tani Nasional, Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia. Warga SAD dan petani Mentilingan juga menjadi bagian dalam GNP-33 UUD 1945 ini.

Sumber Artikel: http://www.berdikarionline.com/kabar-rakyat/20140307/kronologis-penculikan-kekerasan-dan-pembunuhan-warga-sad-oleh-aparat-tni.html#ixzz2vQZtTtEJ 
Follow us: @berdikarionline on Twitter | berdikarionlinedotcom on Facebook

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Musisi Agung Saget Kecewa Tak Ada Cawalkot Komitmen Bangun Gedung Kesenian

 DEPOK - Setelah penyair Tora Kundera menyatakan sikap tidak mendukung kedua pasangan Calon Walikota Depok di Pilkada 2020 dikarenakan tidak ada yang mau komitmen...

Forum Aktivis Depok Ajak Seluruh Masyarakat Depok Untuk Tunda Pilkada 1 Tahun

 DEPOK - Para aktivis Depok yang khawatir dengan kondisi perkembangan Bencana Virus Corona yang semakin memprihatinkan, mendesak Pemerintah dan KPU untuk menunda perhelatan PILKADA...

HUT DPRD Kota Depok dan Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Depok Terhadap 4 Raperda

CILODONG - DPRD kota Depok Gelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 4 Raperda Pemerintah Kota Depok dan jawaban Walikota...

Tidak Ada Kenaikan Tarif PDAM Tirta Asasta Depok Sejak 2017-2020

SUKMAJAYA - Adanya beberapa keluhan dari pelanggan terkait besaran tagihan penggunaan air PDAM, pihak PDAM Tirta Asasta kota Depok merespon hal tersebut tidak terlepas...

Aksi Kamisan Depok Tuntut Pemkot Segera Bangun Gedung Kesenian

CIMANGGIS - Sejumlah aktivis, seniman dan mahasiswa di Kota Depok yang rutin melakukan Aksi Kamisan Depok, pada hari kamis 27 Agustus 2020 kemarin kembali...