Home Headline Ras Muhamad, Duta Reggae Yang Merakyat

Ras Muhamad, Duta Reggae Yang Merakyat

Apa yang bisa dibanggakan dari musik Indonesia saat ini? Lirik tidak bermakna, jenis musik hampir seragam, dan—maaf—terlalu cengeng. Kita hampir tidak menemukan kritik sosial dalam musik anak-anak muda zaman sekarang.

Tetapi di reggae, musik progressif dari dunia ketiga itu, kritik sosial seakan sudah melekat. Salah satunya adalah Ras Muhamad, musisi reggae yang dikenal sebagai “Duta Reggae Indonesia” itu.

Bagi pengagum Bob Marley dan Peter Tosh ini, kritik sosial tidak bisa dipisahkan dari perjalanan musik reggae. “Musik reggae selalu menyuarakan rakyat,” kata pemuda yang punya nama asli “Muhamad Egar” ini.

Mengenali Reggae

Ras Muhamad dilahirkan di Jakarta. Akan tetapi, pada tahun 1990-an, Ras dan keluarganya pindah ke Amerika Serikat. Ia kembali ke Indonesia pada tahun 2005.

Pada tahun 2003, menjelang kepulangannya ke Indonesia, Ras muhamad banyak bersentuhan dengan musisi reggae asal Jamaika di Brooklyn, New York.

Ras sendiri mulai membentuk band saat masih SMA. Ia tampil pertama kali menyanyikan reggae di Queens, New York.

Ras menyebut jenis reggae-nya sebagai “dancehall”, sebuah perpaduan reggae dan hip-hop. Ia juga banyak belajar dari musik reggae Bob Marley. Akan tetapi, Ras Muhamad tidak sekedar belajar tentang musik reggae itu, tetapi juga menyentuh hingga ke soal filosofi reggae itu sendiri.

Ras banyak mempelajari pemikiran seorang pemimpin Ethiopia, Haile Selassie. Haile Selassie punya pikiran progressif: mempromosikan multilateralisme, kolektifisme, dan menentang feodalisme. Ia juga dikenal sebagai pejuang Ethiopia melawan imperialisme Italia.

Selain itu, Ras juga mengaku sangat dipengaruhi oleh pemikiran Karl Marx, Gandhi, Che Guevara, Martin Luther King jr, dan Soekarno. Tidak jarang Ras berusaha mengawinkan ajaran Rastafari dan Bung Karno. Katanya, ada kesesuaian antara kedua ajaran tersebut: sama-sama menolak dijadikan bangsa budak, tidak mau menjadi bangsa kuli.

“Bung Karno dan Haile Selassie punya cita-cita sama. Saat konferensi Asia-Afrika di Bandung, pada tahun 1955, Bung Karno menjadi penggagas dan Haile Selassie hadir sebagai tamu,” katanya.

Musik Reggae Menyuarakan Rakyat

Ras banyak menyelami filosofi musik reggae. Karena itu, begitu tiba di Indonesia, Ras berusaha merekonstruksi fikiran orang mengenai musik reggae. “Musik Reggae dan rambut gimbal tidak identik dengan ganja dan gaya hidup santai tak tentu arah,” kata Ras.

Seorang pengikut ajaran rastafari punya filosofi hidup: bersih dari minuman keras, tidak merokok apalagi menghisap ganja, tidak memakan daging hewani, tidak melukai badan sendiri dengan tindik ataupun tattoo.

Menurut Ras, Reggae membawa misi sangat mulai: perdamaian, persatuan, dan kesetaraan umat manusia. Karena itu, musik reggae harus menjadi ungkapan atau suaranya kaum tertindas.

“Reggae identik dengan nyanyian-nyanyian rakyat,” kata Ras Muhamad.

Karena itu, bagi Ras Muhamad, musik reggae akan kehilangan rohnya jika mengabaikan atau masa bodoh dengan ketidakadilan, ketimpangan sosial, dan penindasan terhadap rakyat.

Karena itu, sejak meluncurkan album pertamanya hingga sekarang, kritik sosial dan suara rakyat selalu nampak mencolok dalam lagu Ras Muhamad.

Itu sangat nampak dalam lagu-lagu di album pertama: reggae ambassador. Dalam lagu “Musik Reggae Ini”, Ras memperkenalkan reggae sebagai musik rakyat. Reggae, di negeri asalnya, Jamaika, adalah musik rakyat. Sama halnya dengan dangdut di Indonesia.

Di lagu lainnya, Leaving Babylon, diceritakan tentang pilihan: tinggalkan Babylon (barat) dan berpindah ke timur. Di barat, katanya, ia tidak menemukan cinta, kebahagiaan, dan kedamaian. Sedangkan di timur, tempat matahari terbit, ia justru menemukan harapan dan janji rastafari.

Di album pertama, Ras Muhamad menyisipkan sebuah lagu khusus untuk sang idola tercinta, Che Guevara. Lewat lagu “Simpre”, Ras menceritakan perjuangan kemanusiaan Che Guevara dan Fidel Castro.

Di album kedua, Next Chapter, Ras Muhamad malah makin garang. Di lagu berjudul “Crisis”, Ras bercerita tentang kemiskinan rakyat akibat krisis.

Masa crisis biaya hidup meninggi
Bertambah kritis gajian tak mencukupi
Jika penghasilan tak lagi memadai
Apa yg kau lakukan untk mengatasi ini..?

Di lagu yang lain, Make A Way, Ras Muhamad menelanjangi kebusukan sistim politik Indonesia saat ini. Lagu ini dibuat bersamaan dengan perhelatan akbar pemilu borjuis pada tahun 2009.

Ras mengeritik politisi pengumbar janji palsu dan suka membeli suara rakyat. Tetapi, di dalam lagunya itu, Ras tidak hanya pandai mengeritik. Ia mengajak generasi muda segera membuat “Jalan Baru”.

Baru-baru ini, dalam sebuah kolaborasi dengan penyanyi Glenn Fredly, Ras menciptakan lagu berjudul “Tanah Perjanjian”. Lagu itu didedikasikan untuk perjuangan rakyat Papua agar keluar dari belenggu penindasan.

Keadilan sosial semestinya terbagi rata
Tak memandang kulit, kelas bahkan bola mata
Di hadapan illahi kita semua ini sama
Yang membedakan kita hanya dosa dan pahala
Persatuan tak tercapai dengan laras senjata
Perdamaian tak tercapai dengan secara paksa
Tanah perjanjian harusnya tertanam pancasila
Negeriku semestinya adil dan sejahtera

Menurut Glenn Fredly, kawan Ras Muhamad, soal Papua sebagai pulau yang kaya akan sumber daya alam dan juga sumber daya manusia, namun sengaja dimiskinkan.

“Semenjak Freeport masuk hingga hari ini, mungkin pemerintah sudah dapat yang diinginkan. Tapi masyarakat Papua sendiri tidak mendapatkan porsi yang semestinya,” kata Glenn.

Akhirnya, seperti juga Bob Marley dan Peter Tosh, Ras Muhamad tidak dapat menghindari pengaruh politik dalam musiknya. Ia berharap, kedepan akan tampil pemimpin muda di Indonesia dan sanggup melakukan perubahan.

 

(Dikutip dari www.berdikarionline.com)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

Wakil Ketua PWI Depok Rahmat Tarmuji Hadiri Undangan HPN PWI Jawa Barat 2021

CIANJUR - Acara Puncak HPN PWI Tingkat Jawa Barat digelar di Kabupaten Cianjur. Hari Pers Nasional (HPN) 2021 Tingkat Jawa Barat ini dijadikan momentum...
- Advertisement -

Setelah Tertunda, Ridwan Kamil Akhirnya Lantik IDRIS-IMAM

 BANDUNG - “Demi Allah saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban saya, sebagai Wali Kota Depok/Wakil Wali Kota Depok dengan sebaik-baiknya seadil-adilnya memegang teguh Undang Undang...

Nila Karyani Guru SMPN 3 Depok Terpilih Menjadi Ketua MGMP Bahasa Sunda SMP/MTs Kota Depok

Pergantian pengurus dalam organisasi merupakan suatu dinamika yang tidak bisa dihindari, bahkan sepertinya harus dilakukan sebagai sebuah proses menuju perbaikan dan peningkatan program. Dengan...

Jurnalis Depok Peringati HPN 2021: Mengenang 25 Tahun Pembunuhan Udin Pahlawan Pers

DEPOK - Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional 2021, para jurnalis di Kota Depok yang tergabung di Depok Journalist Club (DJC) akan menyelenggarakan  rangkaian...

Berita Terkait

Pasien Sembuh Covid Di Depok Terus Bertambah Menjadi 1.154 Orang

BALAIKOTA - Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memperbarui data perkembangan kasus virus Corona atau Covid-19. Berdasarkan data yang dirilis per tanggal 23 Juli 2021,...

Sudah 100 Persen Cairkan Insentif Nakes, Mendagri Kasih ‘Jempol’ Untuk Pemkot Depok

BALAIKOTA - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengapresiasi upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang sudah mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes). Insentif tersebut sudah...

SELAMAT HARI ANAK NASIONAL 2021

Hari Anak adalah pengingat bagi kita untuk terus mempersiapkan generasi penerus bangsa.Selalu berikan yang terbaik untuk anak, gunakan Air PDAM sebagai sumber air utama...

SELAMAT HARI BHAKTI ADHYAKSA KE-61

PDAM Tirta Asasta Kota Depok mengucapkanSelamat Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61 “Berkarya Untuk Bangsa”#pdamtirtaasasta #pdamkotadepok

Hari Bhakti Adhyaksa Ke-61, Kejari Depok Gelar Baksos dan Webminar Wawasan Hukum

CILODONG - Kejaksaan Negeri Depok melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial dalam rangka memperingati Hari Bhakti Adhyaksa (HBA) ke-61 Tahun 2021 dan Hari Ulang Tahun (HUT)...