Home Kesehatan Dinkes Depok Gencar Kampanye & Laksanakan Imunisasi MR

Dinkes Depok Gencar Kampanye & Laksanakan Imunisasi MR

Depok, Detif.com – Dinas Kesehatan (Dinkes)Kota Depok menyatakan siap sukseskan program Nasional Imunisasi MR. Dimulai dengan menyelenggarakan Pertemuan Lintas Sektor Pelaksanaan Kampanye Imunisasi MR, dengan dihadiri perwakilan dari OPD, Organisasi Profesi Kesehatan, Polresta Depok, Kwarcab Pramuka Kota Depok, MUI, Dewan Gereja, FKM Universitas Indonesia dan Persatuan Wartawan, di Aula Dinkes, Senin (17/07/2017)lalu, hingga pelaksanaan imunisasi MR di Sekolah dan Puskesmas.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Kota Depok, dr. Rani Martina memaparkan, Menjadi sehat adalah hak setiap anak. Sebagaimana tercantum dalam UUD 1945, Pasal 28B ayat 2: Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.Sementara pada Pasal 28 H ayat 1:Setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal dan mendapatkan lingkungan hidup yang baik, sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan.

Menurutnya, Imunisasi merupakan salah satu langkah menjadi sehat. Dalam UU Kesehatan No. 36 Tahun 2009, menyatakan, Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar, sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi (Psl 132 ayt 3), Pemerintah wajib memberikan imunisasi lengkap kepada setiap bayi dan anak (Psl 130).

Sejumlah hal yang melatar belakangi Eliminasi Campak atau Measles (M)dan Pengendalian Rubella (R)yakni, The World Health Assembly (WHA), menetapkan Global Vaccine Action Plan (GVAP) of the decade of vaccines pada bulan Mei 2012.Salah satu dari empat tujuan utama GVAP adalah, pencapaian target eliminasi global dan regional, untuk mencapai eliminasi pada minimal 15 regional termasuk negara-negara SEAR pada tahun 2020.

Rani menerangkan, Idonesia telah berkomitmen mencapai eliminasi campak dan pengendalian Rubela/CRS pada tahun 2020. CONGENITAL RUBELLA SYNDROME (CRS)atau sering disebut Infeksi Rubella, terjadi pada wanita hamil terutama pada trimester pertama, dapat berakibat aborsi spontan atau berbagai kelainan kongenital, yaitu Retardasi mental, Kelainanan jantung, Tuli dan atau Gangguan penglihatan seperti katarak congenital.

“Tujuan utama Eliminasi Rubella, adalah ELIMINASI CRS. Pasalnya hampir semua Wanita Usia Subur, harus kebal terhadap rubella”, tegas Rani.

Guna mewujudkan tujuan pembangunan kesehatan, berupa kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk pada khususnya, maupun masyarakat pada umumnya, baik kesehatan jasmani maupun kesehatan mental sosial, diperlukan upaya meningkatkan kesehatan dan upaya pencegahan penyakit, salah satunya melakukan program kesehatan di sekolah. Dalam hal ini , program kesehatan yang dilakukan adalah Kampanye Imunisasi MR di Sekolah.

Target dari kegiatan tersebut, tandas Rani, untuk mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella (Congenital Rubella Sindrom/CRS), melalui Pencanangan Kegiatan dan meningkatkan pengetahuan dan kepedulian, tentang penting nya Kampanye Imunisasi MR, bagi siswa-siswi di sekolah.

“Kegiatan pokoknya yaitu Pencanangan Kampanye Imunisasi MR. Pada hari Pertama, sudah dilaksanakan di sekolah wilayah kerja UPF Puskesmas Cisalak Pasar, di SDN Curug 5”, paparnya.

Kampanye Imunisasi MR, merupakan Kegiatan imunisasi secara masal, sebagai upaya memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella, pada anak usia 9 bulan sampai dengan di bawah 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

“Sifatnya wajib dan tidak memerlukan individual informed consent.Sasarannya adalah Anak usia 9 bulan sampai 15 tahun ke bawah,” imbuhnya.

Imunisasi MR dilaksanakan Di seluruh wilayah Indonesia (34 provinsi). Pelayanan imunisasi dilaksanakan di sekolah-sekolah, yaitu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-Kanak (TK), SD/MI/sederajat dan SMP/MTs/sederajat, Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Rani menjelaskan, Pelayanan imunisasi dibagi ke dalam 2 fase :
Fase 1 : bulan Agustus dan September 2017 di seluruh provinsi P. Jawa
Fase 2 : bulan Agustus dan September 2018 di seluruh provinsi P. Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Sedangkan pelaksanaan kampanye imunisasi MR dibagi menjadi 2 tahap , pertama AGUSTUS, Pemberian imunisasi MR di seluruh SEKOLAH yang terdiri dari sekolah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak, SD/MI/sederajat, SDLB dan SMP/MTs/sederajat dan SMPLB. Tahap 2 : SEPTEMBER. Pemberian imunisasi di POS-POS PELAYANAN IMUNISASI LAINNYA seperti Posyandu, Polindes, Poskesdes, Puskesmas, Puskesmas pembantu, Rumah Sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Apakah penyakit Campak Rubella? Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus. Anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi Campak dan Rubella, atau belum pernah mengalami penyakit ini, beresiko tinggi tertular.

Apa bahaya dari penyakit ini? Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru peunomia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian. Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil, pada trimester pertama atau awal kehamilan, dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Seperti apa gejala penyakit Campak dan Rubella? Gejala penyakit Campak adalah demam tinggi, bercak kemerahan pada kulit disertai dengan batuk, pilek dan mata merah (konjungtivitis). Gejala penyakit Rubella tidak spesifik bahkan bisa tanpa gejala. Gejala umum berupa demam ringan, pusing, pilek, mata merah dan nyeri dan persendian. Mirip gejala flu.

Bagaimana agar terlindung dari penyakit Campak dan Rubella? Tidak ada pengobatan untuk penyakit Campak dan Rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Apakah vaksin MR? Vaksin MR adalah, kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R), untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella.

Apakah Vaksin MR aman? Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR seratus persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella.Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Siapa saja yang harus mendapatkan Imunisasi MR? Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat, menggantikan imunisasi Campak.

Apakah imunisasi MR memiliki efek samping? Tidak ada efek samping dalam imunisasi. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal, yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

Apabila anak telah diimunisasi Campak, apakah perlu mendapat imunisasi MR? Ya, untuk mendapat kekebalan terhadap Rubella. Imunisasi MR aman bagi anak yang telah mendapat 2 dosis imunisasi Campak.

Apakah perbedaan vaksin MR dan MMR? Vaksin MR mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin MMR mencegah penyakit Campak, Rubella dan Gondongan.

Mengapa yang diberikan adalah vaksin MR bukan MMR? Saat ini pemerintah memprioritaskan, pengendalian Campak dan Rubella karena bahaya komplikasinya yang berat dan mematikan.

Apabila anak telah mendapat imunisasi MMR, apakah masih perlu mendapat imunisasi MR? Ya. Untuk memastikan kekebalan penuh terhadap penyakit Campak dan Rubella. Imunisasi MR aman diberikan kepada anak yang sudah mendapat vaksin MMR.

Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme? Tidak benar. Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme.

Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 4 tahun 2016. Imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah), sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh (imunitas) dan mencegah terjadinya penyakit tertentu. Dalam hal jika seseorang yang tidak diimunisasi akan menyebakan kematian, penyakit berat, atau kecacatan permanen yagn mengancam jiwa, berdasarkan pertimbangan ahli yang kompeten dan dipercaya, maka imunisasi hukumnya wajib.

APA SAJA YANG PERLU DILAKUKAN PADA HARI IMUNISASI MR
Datanglah ke pos imunisasi pada waktu yang telah ditentukan.
Pastikan anak anda sudah makan sebelum diimunisasi.
Sampaikan kondisi kesehatan anak anda kepada petugas (riwayat penyakit, pengobatan yagn sedang dijalani, adanya kecacatan bawaan, kelahiran prematur, alergi atau riwayat reaksi berat setelah imunisasi sebelumnya.

Setelah anak diimunisasi, tunggulah sekitar 30 menit di fasilitas kesehatan untuk memantau kemungkinan kejadian ikutan pasca imunisasi.
Demam ringan, ruam merah dan bengkak ringan ditempat suntikan adalah reaksi normal dan tidak perlu dikhawatirkan.
Bawalah anak ke fasilitas layanan kesehatan terdekat, apabila terjadi kejadian pasca imunisasi yang serius seperti : demam tinggi, kejang, pembengkakak ditempat suntikan

PENYAKIT CAMPAK (MEASLES) MENYEBABKAN :
Radang Paru (Pneumonia)
Radang Otak (Ensefalitis)
Kebutaan
Diare dan Gizi Buruk

PENYAKIT RUBELLA MENYEBABKAN :
Kelainan Jantung
Kelainan Mata (Katarak Kongenital)
Tuli
Keterlambatan Perkembangan
Kerusakan Jaringan Otak

BAWALAH ANAK ANDA KE POS IMUNISASI TERDEKAT PADA BULAN AGUSTUS- SEPTEMBER 2017 UNTUK MENDAPATKAN IMUNISASI MR. (Advertorial)

- Advertisement -
- Advertisement -

Jawa Barat

DEPOK ZONA MERAH COVID-19 DI BODETABEK

DEPOK- Kota Depok memiliki tingkat yang keakutan tinggi dalam penularan COVID-19 di antara kota dan kabupaten lain yang berbatasan dengan episentrum DKI Jakarta terhadap...
- Advertisement -

DJC Bagikan Bantuan Sembako dari Qonita

DEPOK - Bertepatan dengan hari Kartini, Bakal Calon (Balon) Walikota Depok dari Partai Persatuan Pembangunan Kota Depok Hj. Qonita Luthfiah, memberikan bantuan Sembako kepada...

Walikota Depok Keluarkan 12 Jurus Pencegah COVID-19

MARGONDA - Dalam melawan penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) ditengah warga, Pemerintah Kota Depok mensosialisasikan 12 cara atau jurus untuk pencegahan penyebaran Covid-19.Walikota Depok Muhammad...

Ndaru Siap Menghadapi pemilihan Duta Baca Jawa Barat

Duta Baca kota Depok Ndaru Luriadi akan mengikuti pemilihan Duta Baca Jawa Barat untuk 2020 yang dilaksanakan di Bandung pada 10 sampai 12 Maret.Pada...

Berita Terkait

Musisi Agung Saget Kecewa Tak Ada Cawalkot Komitmen Bangun Gedung Kesenian

 DEPOK - Setelah penyair Tora Kundera menyatakan sikap tidak mendukung kedua pasangan Calon Walikota Depok di Pilkada 2020 dikarenakan tidak ada yang mau komitmen...

Forum Aktivis Depok Ajak Seluruh Masyarakat Depok Untuk Tunda Pilkada 1 Tahun

 DEPOK - Para aktivis Depok yang khawatir dengan kondisi perkembangan Bencana Virus Corona yang semakin memprihatinkan, mendesak Pemerintah dan KPU untuk menunda perhelatan PILKADA...

HUT DPRD Kota Depok dan Rapat Paripurna Jawaban Walikota Depok Atas Pandangan Umum Fraksi DPRD Kota Depok Terhadap 4 Raperda

CILODONG - DPRD kota Depok Gelar Rapat Paripurna dalam rangka Penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap 4 Raperda Pemerintah Kota Depok dan jawaban Walikota...

Tidak Ada Kenaikan Tarif PDAM Tirta Asasta Depok Sejak 2017-2020

SUKMAJAYA - Adanya beberapa keluhan dari pelanggan terkait besaran tagihan penggunaan air PDAM, pihak PDAM Tirta Asasta kota Depok merespon hal tersebut tidak terlepas...

Aksi Kamisan Depok Tuntut Pemkot Segera Bangun Gedung Kesenian

CIMANGGIS - Sejumlah aktivis, seniman dan mahasiswa di Kota Depok yang rutin melakukan Aksi Kamisan Depok, pada hari kamis 27 Agustus 2020 kemarin kembali...