Babinsa Tapos Ajak Warga Lestarikan Kearifan Lokal

Tapos, Detif.com – Falsafah dan nilai kearifan lokal, harus dilestarikan sebagai langkah awal pemersatu bangsa, bentuk kesetiakawanan yang menjadikan kunci serta akses pengembangan ekonomi wilayah, sehingga kelurahan mendapatkan kohesivitas sosial. Demikian dikatakan Sertu Nawi Babinsa Tapos Koramil 06/Cimanggis Kodim 0508/Depok, Rabu (21/6/2017).

“Kita menyadari, sebagai negara yang kaya akan suku, agama dan budaya membuat Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat toleransi yang tinggi. Namun, pola hubungan masyarakat membawa pada perubahan sosial, globalisasi menggerus nilai-nilai kearifan lokal. Pemicu maraknya konflik sosial yang terjadi, menunjukkan fungsi toleransi tidak berjalan dan ada yang salah dengan cara kita merawat kekayaan itu sebagai kekuatan”, ujarnya.

Nawi meminta, konflik sosial timbul karena Kearifan lokal harus ditinggalkan. Hindari Konflik namun Pupuk dan lestarikan budaya kita.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2012 tentang Penanganan Konflik Sosial, Tugas dan fungsi TNI diantaranya, berupaya mencegah konflik dan pemulihan paska konflik, ciptakan partisipasi masyarakat dalam penanganan konflik, dan melakukan monitoring dan evaluasi.

Selain itu, tandasnya, ada upaya-upaya yang dilakukan seperti menciptakan kreativitas masyarakat, melakukan perubahan sosial yang kondusif, membangun komitmen kebersamaan dan meningkatan fungsi sosial kekeluargaan, atas dasar kebersamaan sebagai nilai kearifan. Hal tersebut menunjukkan kehadiran TNI dalam melindungi hak dan kewajiban warga negara.(iki)

Komentar

Share This Post