Kelola Keuangan APBD, Pemkot Depok Terapkan Transaksi Non Tunai

Balaikota, Detif.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai tahun ini mulai menerapkan transaksi non tunai. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan amanat dalam Instruksi Presiden Nomor 10 tahun 2016 tentang Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan 2017 , serta SE Mendagri No. 910/1866/51-2017 tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemprov, Pemkab dan Pemkot.

Sekretaris Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok Ahmad Helmi mengatakan, Pemkot Depok memberlakukan transaksi non tunai untuk setiap transaksi penerimaan dan pembayaran yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD).Namun hal utama diterapkannya transaksi non tunai adalah, untuk menigkatkan tata kelola manajemen pemerintahan yang lebih baik ke depannya.

“Pemerintah Daerah diminta menerapkan sistem ini. Kami pun langsung implementasikan regulasi itu setelah keluarnya Peraturan Wali Kota Depok Nomor 62 tahun 2017 tentang Sistem Penerimaan dan Pembayaran Belanja Daerah Melalui Transaksi Non Tunai,” tukasnya.

Helmi menerangkan, transaksi non tunai adalah suatu kegiatan pembayaran atau pengaliran dana dengan melibatkan orang ke-3, pada prosesnya dan dalam kasus ini adalah bank terkait. Jadi pihak pertama akan memberikan aliran dana kepada pihak kedua melalui pihak ke-tiga dan pihak ke-tiga akan memberikan aliran dana tersebut melalui metode trasfer.

Untuk melakukan transaksi, tandasnya, pihak pertama ataupun kedua biasanya bekerja sama dengan Bank BJB. Namun, hal itu tidak membatasi untuk menggunakan bank lain jika memang salah satu pihak tidak memiliki tabungan bank bjb. Hanya saja, jika menggunakan bank lain, akan ada potongan uang sebagai biaya transaksi.

“Jadi untuk pembayaran di atas Rp. 500.000,- harus menggunakan sistem transfer di masing-masing perangkat daerah,” jelasnya

Adanya penerapan transaksi non tunai ini, menurut Helmi dapat membuat pengelolaan keuangan akan lebih transparan dan akuntabel. Ia berharap dengan adanya transaksi non tunai ini dapat menghindari dari hal tidak sehat dalam mengelola keuangan.(iki)

Komentar